Terpuruknya Rupiah Belum Ganggu Perdagangan Handphone di Blok M

Toko handphone di Blok M

JAKARTA — Pedagang handphone di wilayah BlokM square sampai BlokM Mall masih belum terpengaruh dengan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Meski satu dolar saat ini sudah mencapai 14,675 rupiah.
Edo seorang pemilik toko cellular yang menjual berbagai merk handphone, smartphone, maupun aksesoris bernama Farhan Cellular mengemukakan beberapa alasan mendasar terkait hal diatas.
” Saya sudah berkecimpung di dunia cellular selama belasan tahun,  dan belum sekalipun terganggu dengan fluktuasi dollar,”sebutnya di Jakarta, Jumat (25/09/2015).
Disebutkan, dalam hal berdagang handphone ada beberapa hal yang menjadi perhatian, yakni pertama, menjual barang yang sedang laku keras di pasaran. Kedua, pergerakan harga handphone sangat liar contohnya saat dollar turun dia bisa naik jika keluar type baru dan akan turun jika keluar type baru disaat type lama masih banyak di pasaran.
Masih menurut Edo,  untuk pedagang cellular berlaku motto bahwa merekalah yang harus mengarahkan pembeli bukannya pembeli yang mengarahkan mereka. Apalagi sampai di dikte fluktuasi dollar,  menurutnya sangat tidak mungkin.
” Saya tidak tahu bagaimana di tingkatan distributor dan pemegang merk, tapi yang jelas bagi pedagang sejauh ini tidak terpengaruh fluktuasi dollar, ” Edo kembali menambahkan.
Beberapa rekan Edo sesama pedagang, Firman dan Faisal juga memiliki pendapat serupa. Mereka bahkan memiliki pendapat ekstrem bahwa jika memang akhirnya fluktuasi dollar terhadap rupiah ikut mengganggu suasana perdagangan cellular maka mereka masih bisa menjual aksesoris,  pulsa isi ulang dan hanphone/smartphone second/bekas.
“Jadi memang pedaganglah kunci utama dalam dunia perdagangan cellular, ” begitulah ungkapan Faisal.
Namun begitu,  para pedagang tetap harus berhati-hati dan waspada. Mungkin di posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika sebesar 14,675 rupiah belum terasa. Bagaimana jika sampai menyentuh angka 16,000 – 17,000 rupiah per dollar. Karena satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah daya beli masyarakat serta pergerakan aktifitas beli masyarakat juga harus diperhitungkan jika rupiah semakin terpuruk.
JUMAT, 25 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...