Tindaklanjuti Keluhan, Pj Bupati Pasaman Soroti RSUD Lubuk Sikaping

PASAMAN/Sumbar — Menyikapi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat yang dirasa kurang baik, Pelaksana Harian Bupati Pasaman A Syafei Siregar mengusulkan agar ada evaluasi menyeluruh pada rumah sakit yang berada di Ibukota Kabupaten itu.
“RSUD Lubuk Sikaping, yang merupakan rumah sakit terbesar di daerah ini, perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik itu kinerja para karyawan atau pegawainya, juga pelayanan yang diberikan pada masyarakat dalam berobat, agar nantinya tidak lagi ada keluhan yang didengar pemerintah daerah,” ujarnya  Kamis (3/9/2015) pagi.
Menurut Syafei, masyarakat sering melaporkan tentang pelayanan RSUD tersebut. Belum lagi keluhan yang diterima pihaknya dari pengguna layanan kesehatan publik itu.
“Secepatnya saya turun lansung ke rumah sakit ini, agar nantinya ada pembenahan secara menyeluruh, demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan,” lanjutnya.
Plh Bupati mengaku mendapati banyak pengaduan dan keluhan terhadap pelayanan RSUD yang tepat berada di depan kantor Bupati itu. Keluhan terakhir yang ia dapati pada Minggu (30/8/2015) terakait pasien yang  akan dirujuk dari RSUD Lubuk Sikaping ke RSUP M Djamil Padang. Pelayanan yang seharusnya diberikan secara cepat malah molor karena sirene ambulans yang rusak.
Kelalaian ini berakibat fatal, sebab pasien yang dirujuk ke RSUP M Djamil Padang tersebut atas nama Afifah Melati, merupakan korban Lakalantas (Kecelakaan Laku Lintas) yang akhirnya meninggal dunia pada Selasa (01/09/2015) dan disemayamkan di rumah duka di Pilubang, Kecamatan Lubuk Sikaping.
“Kita tidak bisa mengatakan bahwa pasien yang dirujuk ini meninggal dunia akibat keterlambatan pihak RSUD membawa pasien ke RSUP M Djamil, kerena adanya kerusakan sirene ambulans, tapi semuanya tetap harus dievaluasi,” katanya.
Rumah sakit pelat merah yang didanai dari APBD itu sudah saatnya dievaluasi. Karena pelayanan yang dinilai masyarakat tidak memuaskan dan cenderung membahayakan bagi pengguna layanan kesehatan.
“Sebab itu saya akan mengumpulkan seluruh pegawai rumah sakit dan pengambil kebijakan di RSUD tersebut,” pungkasnya.

KAMIS, 3 september 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...