Titiek Soeharto : Jangan Campur Adukkan Politik dengan Apapun Termasuk Seni

Titiek Soeharto saat menyampaikan pidato
MEGAPOLITAN — Bertempat di Galeri Nasional Jakarta pada Senin (21/9/2015) Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) didukung oleh Gudang Garam menyelenggarakan acara Gudang Garam Indonesia Art Award (GG-IAA) 2015. Acara pameran karya seni rupa para finalis ini dihadiri oleh Titiek Soeharto selaku Ketua YSRI. Dalam kesempatan ini Titiek menyampaikan pidatonya dan memukul gong sebagai tanda acara resmi dibuka. Yang kemudian dilanjutkan dengan pengumuman juara (pemenang) dan pembagian hadiah  oleh Mbak Titiek, demikian sapaan akrabnya. 
Dalam kesempatan ini pula, Titiek menyampaikan tentang misi YSRI, bahwa YSRI turut menciptakan iklim berkesenian berbasis kreativitas dalam keragaman budaya berikut nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, menumbuhkan apresiasi dan pemahaman masyarakat terhadap petkembangan seni di Indonesia dan dunia. membuka peluang bagi para pelaku seni meningkatkan potensi dan memperluas wawasan serta turut mengembangkan kekayaan seni rupa Indonesia sebagai warisan budaya bangsa.
Titiek Soeharto saat memukul gong sebagai tanda acara resmi dibuka
Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) berdiri sejak 8 Juni 1994. Didirikan oleh beberapa tokoh yang membaktikan seluruh komitmen dirinya kepada perkembangan Seni rupa Indonesia berdasarkan dinamika dan konteks yang terjadi secara umum, memiliki visi menjadi bagian penting dalam pengembangan seni rupa indonesia dengan harapan dapat melengkapi dan memperkaya budaya serta kehidupan bangsa indonesia.
Dengan visi dan misi dari YSRI yang begitu kuat,  maka tiada mustahil jika tujuan YSRI untuk menggali sekaligus mempromosikan seniman-seniman Indonesia ke pentas internasional dapat terwujud. 
Sungguhpun demikian, Titiek Soeharto lebih menekankan kepada bagaimana seorang seniman sejati dapat menjadi pribadi yang peka akan keadaan sekitarnya, terutama yang berkaitan dengan masyatakat. 
“banyak hal terjadi di wilayah publik yang harus bisa diterjemahkan secara matang oleh seniman kita sehingga dapat menjadi hal yang dapat dinikmati oleh publik itu sendiri nantinya, ” lanjutnya.
Titiek Soeharto berfoto bersama para Juara GG-IAA 2015
Titiek yang juga Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini sempat diburu pertanyaan oleh awak media yang hadir tentang kepentingan politik dibalik aktivitas seninya. 
:Jangan pernah mencampur adukkan politik dengan hal apapun termasuk seni,” jawabnya sambil senyum.  
Perihal GG-IAA, harapannya sebagai Ketua Umum Yayasan YSRI adalah, dengan terus mengadakan iven dua tahunan seperti GG-IAA maka akan lebih memudahkan penilaian YSRI terhadap perkembangan para seniman nantinya. 
“jika setahun sekali maka kita tidak akan bisa melakukan penilaian yang baik secara berkala. Dua tahun sekali adalah waktu minimum untuk bisa menentukan penilaian tersebut,” jelas salah satu putri Pak Harto ini sekaligus mengakhiri pembicaraan dengan Cendana News. 
SELASA, 22 SEPTEMBER 2015
Jurnalis : Miechell KUagouw
Foto : ARS 
Editor : Gani Khair
Lihat juga...