Titiek Soeharto: Tekan Import dengan Budidayakan Buah Unggul Lokal

Titiek Soeharto berdialog dengan Istoh terkait cara budidaya buah unggul
YOGYAKARTA — Selasa (22/9/2015), senja hari Siti Hediati Hariyadi yang akrab disapa Titiek Soeharto menyambangi perkebunan buah klengkeng dan jambu air madu deli di Telaga Nursery Dusun Pamukti Baru, Tlogo, Prambanan, Klaten, Yogyakarta. Perkebunan itu terkenal dengan teknologi pertaniannya yang mampu membuat dua jenis pohon buah itu tetap berbuah meski di luar musimnya.
Datang bersama adik perempuan, Siti Hutami Endang Adiningsih yang akrab disapa Mbak Mamiek, dan sahabatnya, Camelia Malik, Titiek Soeharto berkunjung ke kebun buah Telaga Nursery milik Isto Suwarno. Kebun buah itu khusus membudidayakan buah klengkeng dan jambu madu varietas unggul. 
Begitu tiba di lokasi, Titiek langsung menuju kebun klengkeng dan memetiknya. Beberapa saat kemudian lalu menuju taman buah jambu air madu. Bukan hanya sekedar untuk menikmati buah, namun untuk berdiskusi mengenai berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan teknologi pertanian Telaga Nursery, supaya bisa diterapkan oleh masyarakat luas. Sehingga, bisa turut mengangkat kesejahteraan para petani secara lebih luas.
Titiek mengatakan, buah unggul hasil budi daya lokal sangat dibutuhkan untuk mengurangi bahkan meniadakan buah-buah import yang selama ini mendominasi pasar buah nasional. 
“Kami dari Komisi IV DPR RI juga sudah menyampaikan ke Kementerian terkait keberadaan buah unggul ini. Diupayakan nanti teknik budidaya buah unggul ini juga akan dikenalkan ke masyarakat agar petani kita juga bisa sejahtera”, ungkap Titiek di kebun Telaga Nursey, Selasa (22/09/2015).
Telaga Nursery dengan buah varietas unggul klengkeng asal Thailand yang kemudian diberi nama klengkeng istoh super, dan jambu air madu asal Deli, Medan, Sumatera Utara, mulai dikembangkan sejak tahun 2005.  Istoh menjelaskan, keistimewaan jambu deli antara lain hanya dalam waktu satu tahun sudah bisa berbuah. Lebih istimewa lagi, pohon jambu air madu itu justru lebih bagus kualitasnya jika ditanam di dalam pot. “Dengan media pot, buah jambu yang dihasilkan dagingnya lebih tebal, kandungan airnya banyak dan manis sekali”, ujar Istoh.  
Dengan media pot, lanjutnya lagi, jambu air itu pun bisa dibudidayakan di lahan sempit. Demikian pula dengan klengkeng istoh super. Dengan lahan tidak terlalu luas, klengkeng super bisa menghasilkan buah yang melimpah. 
“Apalagi dengan ramuan nutrisi yang diberikan dengan teknik tertentu, klengkeng bisa berbuah meski sedang tidak musim”, jelas Istoh.
Dengan berbagai keunggulannya itu, masih ditunjang pula dengan biaya produksi yang murah. Nutrisi khusus yang diberikan untuk memacu pertumbuhan buah di luar musimnya, hanya diberikan sekali dan harganya hanya Rp 60 Ribu. Sedangkan buah klengkeng yang bisa dihasilkan bisa mencapai 40 kilogram. Jika harga klengkeng sekilo Rp 35 Ribu, hasil dari satu pohon sudah Rp. 1.400.000.
Titiek Soeharto memetik buah kelengkeng

Titiek Soeharto memperlihatkan buah jambu air madu 
Titiek Soeharto, Siti Hutami Endang Adiningsih dan Camelia Malik

Foto bersama
SELASA, 22 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...