TPS Pasar Johar Direncanakan Dibangun di Komplek Masjid Agung Jateng

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan anggaran senilai Rp. 1 Miliar untuk membangun tempat penampungan sementara (TPS) atau lapak darurat bagi para pedagang Pasar Johar yang terbakar beberapa bulan yang lalu. Tempat relokasi sementara lapak darurat tersebut berada di sekitar kawasan komplek Masjid Agung Jawa Tengah ( MAJT ).
Rencananya Pemkot Semarang akan memulai pembangunan lapak darurat Pasar Johar tersebut pada Minggu ketiga bulan September 2015, diperkirakan akan selesai pada Minggu kedua bulan Desember 2015.
Terkait pemakaian tanah wakaf masjid, pejabat sementara Walikota Semarang, Tavip Supriyanto mengatakan pemerintah akan melakukan sistim sewa.
“Berdasarkan ketentuan Kementrian Agama, pemakaian lahan di sekitar kawasan MAJT diperbolehkan dengan sistem sewa, sementara kita menyewa selama satu tahun ” terangnya.
Namun Tavip Supriyanto tidak mau berkomentar ketika ditanya anggaran sewa lahan MAJT untuk empat tahun kedepan, dia hanya mengatakan saat ini Pemkot Semarang mempercepat pembangunan lapak sementara.
“Supaya para pedagang Pasar Johar direlokasi pindah di kawasan MAJT,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Tanah Wakaf MAJT, Ngadino mengatakan dalam penggunaan tanah wakaf harus mengikuti peraturan yang ada, dan hal tersebut dapat ditanyakan ke Kementrian Agama 
” Pada prinsipnya, penggunaan tanah Wakaf tidak boleh sembarangan, aturannya harus mendapatkan persetujuan dari Kementrian Agama ” terangnya.
Ngadino menambahkan, meskipun pengurus MAJT menyatakan setuju, namun secara administratif berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, tanah Wakaf bisa dipergunakan untuk ” force majeur ” tapi batas waktunya hanya enam bulan, lebih dari itu harus mendapatkan persetujuan dari Kementrian Agama.
Pemkot Semarang sedang menempuh jalur normatif dalam hal rencana penggunaan tanah wakaf MAJT, diperlukan kajian ilmiah dari sisi hukum terkait penggunaan tanah wakaf untuk pembangunan lapak darurat Pasar Johar.
Pengurus MAJT dalam hal ini tidak bisa serta merta begitu saja untuk memberikan persetujuan, pada dasarnya MAJT dibawah naungan Masjid Agung Semarang ( MAS ) atau yang dikenal warga masyarakat Semarang sebagai Masjid Kauman.
Diperkirakan proses pembangunan Pasar Johar Baru akan membutuhkan waktu paling lama sekitar lima tahun. Diharapkan Pemkot Semarang akan membangun lapak sementara dengan baik, memperhatikan sarana prasarana bangunan fisiknya jangan asal – asalan, mampu bertahan sampai lima tahun, sembari menunggu Pasar Johar Baru selesai tahap pembangunannya.
SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...