Trend di Yogyakarta, Pembeli Buru Batu Akik Berharga Jutaan Rupiah

Kecubung emas bening
YOGYAKARTA — Saat ini banyak kalangan menilai trend batu akik sudah menurun. Penjualan batu akik di banyak tempat pun juga berkurang drastis dan bahkan banyak pedagang batu akik mengaku sepi pembeli. Namun, tidak demikian halnya di Yogyakarta. Direktur Jogja Gemstones Center di komplek mall QT Square Yogyakarta mengatakan, saat ini justru terjadi trend baru dengan adanya perubahan minat pembeli yang lebih suka memburu batu-batu akik berharga jutaan rupiah.
Batu akik masih menjadi daya tarik tersendiri. Dari jenis dan motif serta warna, batu akik yang dulu sering dikaitkan dengan mistik, kini menjadi trend fashion baru di kalangan remaja Kota Yogyakarta. Bahkan, dari hasil pantauan pengelola tempat bisnis batu akik di kota seni itu, konsumen batu akik kini naik kelas jika dilihat dari segi daya beli. Artinya, penggemar batu akik sekarang lebih memilih batu akik kualitas bagus dengan harga mahal, ketimbang membeli batu berharga murah namun tergolong batu biasa.
Hal itu diungkap oleh Direktur Jogja Gemstones Center, Dody Aditya, yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/9/2015). Dia mengatakan, trend batu akik yang di banyak kota lainnya menurun, sebenarnya tidak demikian adanya. Trend batu akik yang menurun itu, menurutnya, karena ada perubahan minat dari pembeli. Dari yang semula konsumen membeli batu akik biasa seharga Rp 20an Ribu, kini lebih memilih membeli batu akik yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Sebagai contoh, katanya, di pusat penjualan batu akik dan batu mulia yang dikelolanya, beberapa pedagang mengaku dalam sehari mencapai omset Rp 95 Juta hanya dari penjualan satu buah batu akik. “Ini juga dialami oleh sejumlah pedagang batu akik lainnya, sehingga kami menyimpulkan saat ini terjadi pergeseran minat pembeli”, jelasnya.
Namun demikian, sambung Dody, kecenderungan baru dari perilaku pembeli batu akik itu bukan berarti sekarang ini pembeli batu akik didominasi oleh mereka yang berekonomi menengah atas. Pasalnya, menurut Dody, kebanyakan pembeli sebelumnya telah menabung koleksi batu akik dan menjualnya kembali untuk membeli yang lebih bagus lagi.
Dody juga menyampaikan, jika omset penjualan batu akik di JGC dalam tiga minggu mampu mencapai Rp 20 Milyar. Dia beralasan, angka tersebut diketahui dari jumlah kupon undian berhadiah, yang diberikan kepada pembeli setiap melakukan transaksi minimal Rp 100 Ribu. Sementara selama dalam tiga minggu ada kupon keluar sebanyak 20 lembar. “Sehingga tinggal mengkalikan saja jumlah kupon keluar itu dengan nilai perkupon yang disyaratkan”, ujarnya.
Dikatakan lagi, selama ini pihaknya memang sedang mengupayakan untuk mempertahankan trend batu akik dengan beragam cara. Salah satunya dengan mengadakan kupon undian berhadiah itu. Ada pun hadiah yang disediakan antara lain berupa barang elektronik, sepeda motor dan mobil. Sementara itu berkait batu akik yang kini sedang naik daun, Dody mengatakan jika saat ini batu-batu yang dipercaya berkhasiat lebih banyak dicari. Misalnya, batu kecubung yang diyakini bisa menambah aura dan daya tarik pemakainya. Sedangkan di kalangan wanita, kata Dody, batu akik atau batu mulia yang berwarna menarik dan bening serta kilap menjadi favorit.
kecubung emas berwarna bening disukai kaum hawa
SABTU, 26 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...