Uchok: Jabatan untuk Fadjroel Hanya Sebagai Balas Jasa

Direktur CBA, Uchok Khadafi
JAKARTA — Pengamat Ekonomi Politik dari Centre for Budget Analisys (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai, bagi-bagi paket kekuasaaan kepada pendukungnnya merupakan hal yang lumrah. Namun yang menjadi persoalan, penempatan orang pada posisi yang tidak sesuai dengan bidang ilmunya terkesan hanya sebagai balas jasa.
Hal tersebut di sampaikan Direktur CBA, Uchok Khadafi menyikapi salah satu relawan Jokowi, Fadjroel Rahman, yang baru saja mendapat jatah sebagai komisaris utama PT Adhi Karya.
“Fadjroel Rachman tidak memiliki latar belakang sedikit pun terkait dengan posisinya menempati posisi komisaris PT Adhi Karya. Jadi, apa yang dilakukan Jokowi kepada Fadjroel semata-mata balas jasa,” ujar Uchok kepada Cendana News saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (23/09/2015).
Uchok mengaku selama ini Fadjroel menyerang pemerintah karna belum mendapat imbalan, Nah ‘Kue Imbalan’ itu merupakan upaya Jokowi membungkam Fadjroel agar bicara yang baik-baik saja tentang pemerintahan.
Diketahui sebelumnya, Jokowi juga memberikan kue imbalan kepada pakar hukum tata negara Refly Harun dengan jabatan komisaris utama PT Jasa Marga.
Sama halnya terhadap Fadjroel, kata Uchok, pemberian jabatan komisaris kepada Refly juga merupakan tindakan balas jasa Jokowi kepada Refly yang tidak lain merupakan relawan Jokowi.
Sebab, menurut Uchok, Refly juga sama sekali tidak memiliki latar belakang terkait dengan tugas-tugas Jasa Marga.
“Apa yang dilakukan Jokowi sebagai bukti bahwa ia hanya sibuk bagi-bagi kue kekuasaan kepada orang-orang di sekitarnya tanpa memperhatikan nasib rakyat yang makin menjerit kesusahan,” katanya.
Kini, Rakyat terus dihadapkan pada merosotnya nilai tukar rupiah, kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, serta ancaman meluasnya pengangguran.
“Jadi sangat kontras pemandangannya. Disatu sisi rakyat makin susah, di sisi lain penguasa bagi-bagi kue kekuasaan,” tutupnya.

RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...