Umat Budha di Semarang Gelar Sembahyangan Ulambana

SEMARANG — Bertempat di halaman Yayasan Kong Tik Soe, gang Lombok, kota Semarang, ratusan umat Budha akan menggelar upacara sembahyangan Ulambana yang merupakan semacam ritual mendoakan para arwah leluhur keluarga mereka masing – masing.
Sembahyangan Ulambana selalu diadakan secara rutin pada setiap pertengahan bulan ketujuh penanggalan bulan Lunar, sedangkan untuk tahun ini jatuh pada hari Kamis dan Jumat awal bulan September 2015.
Rangkaian upacara dimulai pada hari Kamis pagi ditandai dengan pelepasan secara simbolis 388 ikan lele dan 38 ikan belut ke sungai, agar makhluk hidup tersebut hidup bebas dan bahagia dikembalikan ke habitatnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sembahyangan yang ditujukan kepada Sang Buddha Gautama dan para dewa – dewa lainnya, agar mereka datang menghadiri upacara tersebut dan memberkati para umat.
Sembahyangan Ulambana tahun ini mendoakan lebih dari 2800 nama – nama leluhur keluarga mereka, tak hanya dari Semarang saja, tapi juga dari Solo dan Pekalongan. Jumlah tersebut meningkat daripada tahun lalu jumlahnya sekitar 2500.
Ketika ditemui Cendana News, Wong Aman Gautama sebagai Ketua Panitia Sembayangan Ulambana dan Pattumodana mengatakan, pelaksanaan sembahyangan Ulambana untuk mendoakan kepada para arwah leluhur.
“Sembahyangan Ulambana ini bertujuan agar mereka beristirahat dengan tenang di alam keabadian,” terangnya dengan didampingi Widiani sebagai sekretarisnya.
Dikatakan, dalam pelaksanaan rangkaian upacara sembahyangan tersebut tidak memungut biaya sepeserpun dan tidak membatasi berapa jumlah arwah leluhur yang akan didoakan.
“Saking banyaknya arwah, nanti ada sembilan biksu yang akan mendoakan mereka ” jelas Wong Aman Gautama.

KAMIS, 10 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...