Wagup Minta Pemkab Lombok Barat Serius Sikapi Isu Penjualan Pulau

Sejumlah pengunjung saat berkeliling di Gili Kondo Kabupaten Lombok Timur
MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk serius menyikapi dan melakukan pengecekan kebenaran isu penjualan pulau Gili Poh yang berada di Kecamatan Sekotang. 
Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin menyebutkan, pengecekan tersebut bertujuan untuk menghindari hal serupa terulang di NTB seperti di Pulau sumbawa, selain itu penjualan pulau juga bertentangan dengan Undang-undang.
“Meminta kepada Pemkab Lombok Barat untuk melakukan pengecekan atas isu tersebut dan lebih memperketat lagi pengawasan atas keberadaan pulau – pulau kecil yang ada di setiap wilayah Kabupaten NTB, jangan sampai kasus penjualan pulau yang pernah terjadi di Sumbawa terulang kembali,” tegas Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Sabtu (26/9/2015).
Dikatakan Amin, keberadaan NTB, khususnya pulau Lombok dengan pesona puluhan objek wisata pantai dan wisata alam lain dimiliki sudah pasti menjadi incaran para investor dan wisatawan, khususnya wisatawan asing dan hal ini menjadi alasan kuat kalau aksi penjualan pulau bisa terjadi dan dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Ia menambahkan, kalau kemudian transaksi tersebut sebatas hanya untuk melakukan investasi saya kira tidak masalah, untuk memajukan wisata NTB dan bisa mendatangkan kentungan bagi daerah maupun masyarakat, tapi kalau sudah mengarah ke penjualan, hal tersebut jelas tidak bisa dibenarkan dan secara undang – undang sudah termasuk pelanggaran pidana.
“Keberadaan NTB sebagai salah satu daerah tujuan wisata vavorit bagi wisatawan mancanegara dengan keberadaan 280 pulau dimiliki harus betul – betul diawasi keberadaannya, jangan sampai disalahgunakan keberadaannya oleh oknum – oknum tidak bertanggung jawab,” ungkapnya
Sebelumnya isu penjualan Pulau Gili Poh, Kabupaten Lombok Barat ramai menjadi bahan perbincangan dan beredar luas di situs jual beli online oleh seorang berinisial AT dengan luas 17.965 meter persegi lengkap dengan serifikat hak milik, yang dijual senilai 50 Miliar.
Gili Kondo
SABTU, 26 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...