Warga Desa Sumbernadi Lampung Lakukan Ngaben Massal

LAMPUNG — Warga Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang Lampung Selatan Provinsi Lampung melakukan upacara pembakaran jenazah (ngaben) bagi anggota keluarga yang sudah meninggal. Menurut salah satu warga Desa Sumbernadi, Nyoman (45) upacara ngaben massal atau yang biasa disebut ngaben ngerit atau pitra yadnya dilakukan untuk mengaben sebanyak 26  sawe dan ngelungah yang ada di Sumbernadi dan diikuti oleh ratusan warga yang beragama Hindu di daerah tersebut.
Menurut Nyoman, Ngaben Ngerit merupakan sarana untuk proses kremasi jenazah yang dilakukan oleh keluarga keluarga yang memiliki anggota keluarga sudah meninggal. Ngaben Ngerit dilakukan selain mengambil waktu khusus saat sebagian keluarga bisa mengikuti kegiatan ngaben juga untuk saling membantu.
Selain itu acara ngaben massal dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu karena jika dilakukan sendiri-sendiri membutuhkan dana yang cukup besar mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu prosesi ini merupakan ritual suci umat Hindu turun temurun yang harus dilestarikan sebagai keberagaman tradisi di Lampung Selatan.
“Jika dilakukan secara massal mungkin keluarga yang mengikuti hanya mengeluarkan dana Rp.6 juta, sehingga ini semacam gotong royong dalam melakukan pengabenan dan semua biaya dipikul secara bersama oleh masyarakat,” ungkap Nyoman, salah satu warga di Sumbernadi kepada Cendana News, Rabu (16/9/2015).
Mahalnya biaya ngaben tersebut bahkan menurut Nyoman dalam ngaben massal kali ini menghabiskan biaya kurang lebih 1,5 Milyar. Besarnya biaya untuk proses ngaben tersebut mendorong warga yang mampu saling membantu untuk prosesi ngaben di Sumbernadi.
Ritual ngaben tersebut selain diikuti oleh keluarga yang berasal dari sekitar wilayah Sumbernadi juga berasal Provinsi Bengkulu, wilayah Belitang Sumatera Selatan, Balinuraga serat beberapa wilayah lain di Lampung yang memeiliki anggota keluarga yang sudah meninggal dan menjalani prosesi ngaben hari ini.
Pada acara tersebut terdapat 26 jasad yang dingabenkan, terdiri dari sawe (jasad orang dewasa) dan ngelungah (jasad anak-anak) yang diharapkan ruhnya akan mendapat tempat suci di khayangan (surga).
Sebelumnya pada bulan Agustus lalu masyarakat agama Hindu Bali di Kecamatan Candipuro Lampung Selatan juga melangsungkan upacara Pitra Yadnya di Desa Trimomukti dan dilangsungkan di tempat yang sudah disiapkan sebelumnya. Upacara Pitra Yadnya merupakan upacara persembahan suci yang tulus ikhlas bagi manusia yang telah meninggal dan pengabenan secara massal yang dilakukan masyarakat setempat dalam kurun waktu lima tahun sekali.
RABU, 16 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...