Warga Dihimbau Periksakan Kesehatan Hewan Kurban

LAMPUNG — Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah, setiap desa atau kampung sudah melakukan persiapan, diantaranya hewan kurban. Untuk mengantisipasi adanya hewan kurban yang tidak sehat, Kabid Kesehatan Hewan dan Veteriner Eko Turyono mendampingi Kepala Disnakeswan Tanggamus Romas Yadi, mengimbau kepada masyarakat atau panitia memeriksakan kondisi kesehatan dari hewan yang akan disembelih.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner, Eko Turyono mendampingi Kepala Disnakeswan Tanggamus, Romas Yadi menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tersebut mengimbau kepada masyarakat atau panitia yang akan menyembelih hewan kurban agar memeriksakan kondisi kesehatannya. Untuk itu Disnak menmbentuk tim monitoring kesehatan hewan kurban yang akan efektif bertugas mulai 21 September.
“Kita sudah memiliki tim monitoring kesehatan hewan dan akan aktif bertugas beberapa hari sebelum pelaksanaan hari raya kurban,”ungkap Eko Turyono, Sabtu (19/9/2015).
Tim monitoring kesehatan hewan kurban Idul Adha 1436 Hijriyah ini dibetuk oleh Disnakeswan dan terdiri dari 20 orang petugas. 3 dokter hewan, 3 paramedik dan selebihnya petugas terlatih di bidang kesehatan hewan. Para petugas monitoring ini tersebar di setiap kecamatan serta di empat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Tanggamus.
Masyarakat yang akan melaksanakan kurban menurut Eko Turyono sudah diberi informasi bahwa tim monitoring akan efektif bertugas mulai tanggal 21 September. Sehingga masyarakat dihimbau supaya segera memeriksakan hewan kepada petugas di tempat yang sudah ditetapkan sebelum dikurbankan.
“Pemeriksaan dilakukan untuk  untuk mengetahui apakah kondisi hewan yang akan dipergunakan untuk hewam kurban benar benar sehat dan layak konsumsi,” ungkapnya.
Selama pemeriksaan kesehatan hewan tersebut hal yang akan diperiksa oleh tim tersebut diantaranya secara ante mortem dan post mortem hewan kurban. Pemeriksaan ante mortem yaitu pemeriksaan bagian luar atau fisik hewan, melalui pemeriksaan ini akan diketahui jika hewan memiliki penyakit dengan ciri ciri tertentu. Fisik hewan kurban yang tergolong sehat dan memenuhi kriteria untuk kurban, diantaranya mata cerah, telinga utuh, kaki tidak pincang, dan yang lainnya.
Sementara pemeriksaan post mortem yaitu pemeriksaan bagian dalam hewan kurban pasca di sembelih. Jeroan hewan kurban terutama bagian hati akan diperiksa, apakah ada cacing hatinya atau tidak. Bila dinyatakan positif maka bagian tersebut harus di buang.
Sebelumnya, Disnakeswan Tanggamus juga telah melakukan sosialisasi penyediaan daging kurban yang asuh. Sosialisasi ini dipusatkan di tiga titik, yaitu Kecamatan Sumberejo, Pugung dan Bulok dengan mengundang pengurus Masjid. Berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya persoalan yang ada diantaranya ditemukannya penyakit cacing hati.
Sementara pantauan Cendana News , beberapa warga sudah menyiapkan hewan kurban berupa sapi, kambing yang dititipkan di rumah warga. Beberapa hewan kurban diakui oleh salah satu warga Pugung, Joni (34) merupakan kurban milik salah satu anggota DPRD daerah setempat.
“Ini ada anggota dewan yang akan kurban tapi sudah diserahkan sejak seminggu sebelum kurban dan diminta untuk dirawat terlebih dahulu, tapi ada sebagian hewan kurban hasil dari arisan warga,”ungkap Joni.
Arisan hewan kurban yang berlangsung di desanya diakui oleh Joni merupakan arisan hewan kurban jenis sapi. Sebanyak 10 orang mengikuti arisan tersebut dengan rata rata perbulan menyetor sebanyak Rp100ribu dan dalam setahun memperoleh sebanyak Rp10juta.
“Ini untuk saling membantu keluarga yang akan berkurban dan terus bergulir sampai semua peserta bisa berkurban,”ungkap Joni.
Harga hewan kurban yang cukup mahal menjadikan arisan hewan kurban cukup membantu sebab uang arisan yang cukup besar ditambah dengan uang pribadi penerima arisan bisa dipergunakan untuk membeli satu ekor hewan sapi untuk kurban dan biasanya penerima arisan masih menambah dengan hewan jenis kambing. Hewan kurban tersebut disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar tempat tinggal penerima arisan hewan kurban.
SABTU, 19 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...