Warga Lampung Keluhkan Pemadaman Listrik Berjam-jam

Pemadaman listrik
LAMPUNG — Warga Provinsi Lampung mengeluhkan pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terjadi dalam seminggu terakhir. Terutama saat masyarakat membutuhkannya pada jam kerja. Pemadaman terjadi nyaris selama dua hingga tiga jam yang berakibat terbengkelainya pekerjaan, terutama yang harus bekerja menggunakan aliran listrik.
Salah seorang warga di Way Halim Bandarlampung, Sohri (34) mengaku, pemadaman yang tak kenal waktu tersebut mengakibatkan usaha yang digelutinya saat ini merugi. Ia mengaku memiliki usaha fotocopy dan jual beli alat alat tulis di dekat lingkungan sekolah. 
“Saya sebagai konsumen merasa dirugikan karena usaha ini sangat bergantung pada arus listrik,”sebutnya.
Pemadaman listrik diakui warga terjadi pada Minggu (27/09) di sebagian kota Bandarlampung, ibukota Provinsi Lampung, pemadaman terjadi pada malam hari bahkan pagi hari. Sementara itu pemadaman juga terjadi pada saat pemadaman listrik pun kembali terjadi saat jam kerja pada Senin (28/9) yang berakibat terbengkelainya pekerjaan warga.
“Saya harus menghidupkan pompa air untuk mengisi bak penampungan air namun karena listrik tak menyala terpaksa tidak bisa dilakukan, apalagi air sangat diperlukan pada saat musim kemarau seperti saat ini,”ujar Sohri.
Pemadaman pun tidak hanya terjadi di wilayah ibukota Bandarlampung tetapi terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di wilayah Kalianda. Pemadaman listrik mengakibatkan kerugian bagi pengusaha rumah makan di kota Kalianda, Lampung Selatan. Pemadaman listrik mengakibatkan lemari es untuk penyimpanan daging, sayuran dan minuman milik warung tidak bisa lebih dingin.
“Lemari es sempat mencair karena listrik padam selama tiga jam yang berakibat daging dan sayuran membusuk padahal konsumen menyukai yang segar sebelum diolah,”ungkap Sumini salah satu pengusaha kuliner di kota Kalianda.
Ia berharap pemadamanan listrik tidak terjadi pada saat jam jam kerja yang berdampak pada kerugian pengusaha kecil menengah yang sangat bergantung pada energi listrik. Diakui Sumini dan warga lain keterbatasan modal membuat warga tidak bisa membeli genset sebagai sumber listrik sementara saat pemadaman listrik oleh PLN.
Dampak lampu listrik mati pun berimbas  arus lalu lintas semrawut dan macet, sedangkan aktivitas rumah tangga dan usaha terhenti, akibat tidak adanya pemberitahuan resmi pemadaman listrik dari PT PLN Distribusi Lampung. Warga mengaku kecewa dengan pemadaman listrik yang tiba tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya.
SENIN, 28 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...