4 Hektar Tanaman Pangan di Yogyakarta Gagal Panen

YOGYAKARTA — Musim kering yang belum juga usai mengakibatkan lahan padi, perkebunan jagung dan kacang tanah seluas lebih kurang 4 Ha di pedukuhan Nduri, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta gagal panen. Tanaman tersebut layu sejak masih dini, lantaran tak ada pasokan air sama sekali.
Dalimin (59), petani di pedukuhan Nduri ditemui Kamis (29/10/2015), mengatakan, sejak mulai tanam dua bulan lalu, tanamannya sama sekali belum mendapatkan asupan air.
 “Akibatnya, tanaman padi yang masih berusia 1,5 bulan layu dan mati, sedangkan tanaman kacang usia dua bulan semua layu dan tidak berisi”, ujarnya.
Menurut Dalimin, selama ini lahan pertanian di pedukuhan Nduri hanya mengandalkan pasokan air dari Selokan Mataram, Sungai Nduri dan hujan. Namun, saat ini irigasi vital dari Selokan Mataram yang menuju ke pedukuhan Nduri terhenti karena ada pembangunan jembatan di desa Kadirojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Dengan tidak mengalirnya air praktis tidak ada sumber yang bisa mengairi lahan sawahnya karena Sungai Nduri juga mengering.
Dalimin dan sejumlah petani lainnya pun mengaku hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan tanamannya meranggas. Pasalnya, tak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelangkaan air tersebut. Untuk membuat sumur atau menyedot air dengan pompa, dinilainya akan menyebabkan biaya produksi membengkak. 
“Sawah ini sudah pasti tidak tertolong, karena hujan yang diperkirakan paling cepat akan turun pertengahan November pun sudah terlambat”, cetusnya.
Dalimin memperkirakan, kerugian akibat matinya sejumlah tanaman itu  cukup besar. Dia mencontohkan, dari lahan padi seluas  sekitar 2000 meterpersegi, kerugian bisa mencapai Rp 2,5 Juta terdiri dari biaya pengadaan bibit, tenaga kerja dan pupuk. Lalu, dari lahan kacang tanah seluas 700 meterpersegi, kerugiannya Rp 1.5 Juta. Juga lahan lainnya seperti jagung, rata-rata para petani harus menanggung kerugian sekira Rp 1,5-2 Juta. 

KAMIS, 29 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...