400 Penegak akan Dilantik di Bumi Perkemahan Klaten

Pelatihan Penegak di Bumi Perkemahan Klaten
LAMPUNG — Sekitar 400 anggota Pramuka anggota gugus depan Lampung Selatan 01.001-01.002 Pangkalan SMA Negeri 1 Kalianda Lampung Selatan mengikuti kegiatan perkemahan di bumi perkemahan Desa Klaten Kecamatan Penegahan Lampung Selatan Provinsi Lampung. Perkemahan yang dilakukan sejak Kamis(15/10/2015) tersebut dilakukan untuk pelantikan calon penegak ke penegak yang akan diakhiri pada Sabtu (17/10/2015).
Menurut wakil pembina Pramuka pangkalan SMA Negeri 1 Kalianda, M. Fahrudin, kegiatan pelantikan penegak yang dilakukan di bumi perkemahan Desa Klaten merupakan kegiatan rutin yang dilakukan dari tahun ke tahun. Sebanyak 52 sangga yang mengikuti kegiatan perkemahan tersebut meliputi anggota pramuka putri dan anggota pramuka putra yang mendirikan tenda di area bumi perkemahan Klaten yang berada sekitar 40 kilometer dari sekolah asal mereka di Kalianda.
“Kegiatan Pramuka kini menjadi ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti siswa dan ini akan sangat berguna untuk aktualisasi diri siswa dan juga menerapkan beberapa mata pelajaran yang diajarkan di sekolah khususnya untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas, “terang M.Fahrudin saat dikonformasi Cendana News, di Buper Desa Klaten, Sabtu (17/10/2015).
Menurutnya saat ini kegiatan Pramuka memang harus diikuti oleh para siswa mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik. Diharapkan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai muatan Kurikulum 2013 dan muatan Pendidikan Kepramukaan dapat bersinergi secara koheren.
“Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan Peserta Didik di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar Peserta Didik dapat mengembangkan kepribadian, minat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik,”ungkap M.Fahrudin.
Selain M.Fahrudin, pembina dalam kegiatan pelantikan calon penegak tersebut juga dibimbing oleh kak Sri Suryani, Kak Saman, Kak Risma Sihotang yang dalam keseharian di SMA Negeri 1 Kalianda merupakan guru mata pelajaran.
Kegiatan selama perkemahan berlangsung, ungkap M. Fahrudin diisi dengan berbagai materi diantaranya materi sejarah pramuka, lomba cepat tepat. materi bahaya penyalahgunaan narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung Selatan, Materi PBB, serta beberapa kegiatan lain yang akan ditutup dengan pelantikan calon anggota penegak menjadi anggota penegak.
“Tadi malam diisi dengan kegiatan pentas seni serta penyalaan api unggun dan ini merupakan kegiatan aktualisasi diri sesuai pelajaran kesenian serta pelajaran lain yang diajarkan di sekolah,”ungkap M.Fahrudin.
M. Fahrudin juga menjelaskan bahwa saat ini suport dari berbagai pihak untuk kegiatan Pramuka sangat besar terutama dengan positifnya kegiatan tersebut dalam pembentukan karakter anak. Beberapa saka yang merupakan bentuk pembentukan karakter dan diminati anggota penegak SMA Negeri 1 Kalianda diantaranya Saka Bhayangkara.
“Saya berminat ikut Saka Bhayangkara karena memang saya bercita cita ingin menjadi polisi, selain itu membentuk karakter saya agar lebih disiplin,”ungkap salah satu peserta penegak.
Sebagian besar siswa yang masih duduk di kelas X SMA Negeri 1 Kalianda tersebut bahkan rela berpanas panasan untuk mendengarkan materi dari kakak pembina Kak Sri Suryani. Kegiatan Pramuka yang bertema “Cerdas berkarya menuju Pramuka yang berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab” tersebut dipastikan akan ditutup oleh Mabigus siang ini sekaligus penyematan tanda diterimanya calon penegak menjadi anggota penegak dalam pangkalan SMAN 1 Kalianda.
Sementara itu beberapa peserta calon penegak  mengaku terkesan dengan mengikuti kegiatan Pramuka tersebut sebab mengalami jauh dari orangtua dan tinggal di tenda untuk beberapa hari.
“Jauh dari orangtua sangat terasa dan kami selama di sini masak di tenda, mandi di sungai serta melakukan kegiatan apapun secara mandiri,”ungkap Rosmala salah satu peserta.
Ia mengaku dengan kegiatan Pramuka tersebut setidaknya bisa membentuk karakter dirinya yang selama ini tinggal di rumah dan semua pekerjaan dilakukan oleh pembantu rumah tangga. Kegiatan Pramuka dianggapnya mampu memberikan pelajaran berharga saat harus mandiri dalam situasi yang tak mengenakkan terutama selama musim kemarau saat mandi harus mengantri di tempat mandi milik masyarakat.

SABTU, 17 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...