Acara Puncak HUT TNI, Pelabuhan Bakauheni Hanya Operasikan 2 Dermaga

Kapal TNI Angkatan Laut
LAMPUNG — Puncak acara HUT ke 70 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilaksanakan di perairan Selat Sunda sempat membuat kebingunan pengguna jasa transportasi laut. Diantaranya pengendara kendaraan yang tertahan di area parkir Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung sejak malam sampai pagi, hingga penumpang kapal yang terapung dilautan dekat lokasi acara .
Kondisi antrian tersebut dikarenakan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Provinsi Banten serta Bakauheni hanya mengoperasikan dua dermaga. Meskipun demikian antrian hanya terjadi pada kendaraan karena penumpang pejalan kaki terlihat sangat sepi yang melakukan perjalanan ke Pulau Jawa sementara sebaliknya ratusan penumpang pejalan kaki yang sampai di Pelabuhan Bakauheni dari Merak harus beristirahat di loby penumpang akibat belum ada kendaraan yang akan membawa mereka ke sejumah kota di Lampung.
“Saya kaget padahal hari biasa dan kondisi cuaca juga bagus,  tapi menunggu kapal di area parkir hampir tiga jam, namun tadi diberitahu petugas dermaga yang beroperasi hanya dua,“ungkap Hasan (38) di area parkir dermaga dua Pelabuhan Bakauheni kepada Cendana News, Senin dini hari (05/10/2015).
Hasan mengaku  akhirnya mendapat pemberitahuan lamanya proses menunggu kapal akibat hanya  dioperasikannya dua dermaga di Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak akibat empat dermaga lain sementara tidak dioperasikan untuk lintasan kapal-kapal perang milik Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia.
Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Tommy L Kaunang saat dikonfirmasi membenarkan, akibat akan adanya peringatan puncak HUT TNI ke-70 di Cilegon berdampak pada pelabuhan Bakauheni. Diantaranya pengurangan jumlah kapal yang beroperasi dari semula sekitar 22 kapal bahkan hanya di bawah sekitar 10 kapal yang melakukan pelayanan di dermaga 1 dan 2.
“Hanya sementara saja setelah puncak HUT TNI ke-70 operasional kapal akan kembali ke semula dan kami sudah himbau kepada pengguna jasa pelabuhan terkait kondisi ini”ungkap Tommy L Kaunang.
Akibat kondisi tersebut perjalanan Kapal Jatra I dari dermaga dua Pelabuhan Bakauheni bahkan harus menempuh waktu nyaris sekitar empat jam karena menjelang beberapa mil dari Pelabuhan Merak kapal roll on roll off(Roro) tersebut harus menunggu giliran untuk masuk alur ke dermaga satu Pelabuhan Merak. 
Kapal baru bisa bersandar setelah menunggu giliran kapal lain yang sudah melakukan proses bongkar muat di Pelabuhan Merak yang hanya mengoperasikan dua dermaga akibat dermaga lainnya berada di dekat Pelabuhan Indah Kiat yang menjadi pusat peringatan HUT TNI ke-70.
“Terasa sangat lama sekali karena mengapung di laut, tapi sampai di sekitar Pelabuhan Merak baru tahu banyak kapal kapal perang milik TNI Angkatan Laut,”ungkap Hasan.
Sebagian penumpang kapal dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten bahkan mengambil momen langka tersebut untuk mengabadikan foto kapal kapal perang yang melintas. Kapal kapal Roro yang akan bersandar di Pelabuhan Merak bahkan seolah kalah jumlah dengan kapal kapal perang TNI Angkatan Laut di perairan Merak.
Hari ini, TNI akan menggelar peringatan HUT TNI di pantai Indah Kiat Cilegon. Selain puncak peringatan yang akan diisi dengan upacara bendera yang terbuka untuk umum, juga akan diisi dengan beragam atraksi dan simulasi pertempuran dimana Pelabuhan Indah Kiat yang berada di sebelah Pelabuhan Merak dikuasai musuh.
Setelah diketahui Pelabuhan Indah Kiat dikuasai musuh akan didemonstrasikan langkah perebutan oleh unsur TNI AU,TNI AL dimana 2 pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 terbang rendah di atas dermaga Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten.
Pesawat-pesawat tempur buatan Rusia tu juga menembakkan rudal ke arah target berwarna jingga di tengah laut perairan Selat Sunda. Selanjutnya, disusul pesawat tempur jenis F-16 yang melepaskan rudal secara bergantian.
Beberapa bom yang ditembakkan dari kapal perang milik TNI AL  disimulasikan mengenai sasaran yang mengapung di Selat Sunda itu. 
Seperti pantauan Cendananews.com  di perairan Selat Sunda ratusan kapal perang hilir mudik melakukan persiapan puncak HUT TNI ke-70 diantaranya KRI Arun 903,KRI 374, KRI 351 lengkap dengan helly di geladaknya serta kapal kapal lain.  Pagi ini kapal perang TNI Angkatan Laut (AL) juga turut ambil bagian dalam demonstrasi operasi gabungan pembebasan dermaga ini.
Skenario simulasi pertempuran juga akan memperlihatkan adanya penerjunan 24 prajurit khusus gabungan sebagai pemukul. Disusul kemudian, empat helikopter Bolco mendaratkan enam belas pasukan marinir dengan menggunakan teknik rapeling dan disertai dengan mobil antiserangan udara RM 70 Grand yang meluncurkan roket-roket kaliber 40 untuk melindungi pasukan.
Empat Tank Boyevaya Mashina Pekhoty (BMP)-3F juga ambil bagian dalam operasi tersebut. Muncul dari arah kiri podium utama, empat tank berjenis amphibi itu terjun ke laut sambil melepaskan tembakan.
Puncaknya, tiga heli Bell melakukan infiltrasi dengan menerjunkan 15 personel pasukan katak ke dalam laut. Atraksi peperangan laut darat dan udara yang didemonstrasikan ribuan prajurit TNI.
Upacara parade dan defile HUT ke-70 TNI akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan KSAL Laksamana Ade Supandi, KSAU Marsekal Agus Supriyatna, serta KSAD Jenderal Mulyono serta berbagai pejabat negara.
Selain itu senjata-senjata milik TNI akan dikenalkan kepada masyarakat umum.  Masyarakat berkesempatan menyaksikan simulasi pertempuran serta bisa melihat alutsista TNI diantaranya  Tank Scorpio, Tank Marder, Panser Tarantula, dan lainnya.

SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...