Aktivis Nilai Hukuman Terhadap Pelaku Kekerasan Masih Ringan

Puluhan aktivis dan pemerhati perempuan dan anak dari berbagai lembaga saat mengikuti diskusi diskusi NTB darurat kekerasan anak di kantor DPD RI Perwakilan NTB
MATARAM — Aktivis perempuan NTB, Nurjannah menilai, hukuman yang diberikan terhadap para pelaku tindak kekerasan perempuan dan anak dinilai masih belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, khususnya bagi korban dan hal tersebut dinilai masih ringan dan juga tidak bisa memberikan efek jera kepada pelaku.
“Masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Barat, selain disebabkan karena faktor ekonomi dan masih tingginya angka pernikahan usia dini, juga dikarena hukuman yang dijatuhkan terhadap para pelaku tidak memberikan efek jera,” Nurjannah di acara diskusi NTB darurat kekerasan anak di kantor DPD RI Perwakilan NTB, Rabu (14/10/2015).
Hal itulah yang menyebabkan dan membuka peluang para pelaku kembali melakukan aksi kejahatan yang sama, karena itu mulai dari DPR, aparat kepolisian, Kejaksaan hingga pengadilan harus meninjau ulang hukuman pidana penjara kepada para pelaku sehingga mampu memberikan efek jera untuk tidak mengulangi kembali perbuatan sama.
Terpisah aktivis pegiat literasi tentang anak, Abdul Latif Apriaman mengatakan, selama ini hukuman yang dijatuhkan aparat huku kepada pelaku kekerasan, khususnya kekerasan anak masih sangat minim, berkisar di antaran lima tahun ke bawah, bandingkan dengan dampak yang ditimbulkan.
“Dampak dialami anak korban tindak kekerasan, khususnya kekerasan seksual tidak saja kehilangan masa depan, tapi juga lebih parah lagi yaitu trauma psikologis dan hal tersebut semestinya menjadi pertimbangan bagi aparat hukum untuk memberikan hukuman maksimal,” katanya.
Lebih lanjut Latif menambahkan, bahkan kalau perlu para pelaku kekerasan perempuan dan anak dengan mengkebiri mereka dengan menyuntikkan zat yang bisa membuat hasrat seksual mereka mati dan tidak bisa muncul kembali.

RABU, 14 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...