Alat Berat Ratakan Lahan dan Rumah Warga untuk Jalan Tol Trans Sumatera

Alat berat mulai meratakan lahan dan rumah warga

LAMPUNG — Pasca pemberian ganti rugi lahan tol pertengahan bulan Sepetember lalu sekitar 112 warga mulai meninggalkan tanah serta bangunan yang terimbas Jalan Tol Trans Sumatera. Dan alat berat mulai meratakan lahan milik warga Dusun Kenyayan Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni. Beberapa alat berat tersebut merobohkan pohon, batu batu besar yang ada di perbukitan gamping Bakauheni yang selama ini dtempati warga.
Menurut salah satu warga, Sodikin (34) sebagian besar warga sudah pindah dari rumah yang terkena jalan tol dan pindah ke lokasi lain. Sementara itu beberapa warga masih melakukan pembongkaran terhadap bagian bagian rumah yang masih bisa dimanfaatkan.
“Sebagian besar membongkar rumahnya secara swadaya dan ada yang masih memanfaatkan bagian bagian rumah seperti kusen, pintu, jendela serta batu bata untuk dipergunakan di rumah yang baru nantinya,”ungkap Sodikin kepada Cendana News, Kamis (08/10/2015).
Sodikin mengungkapkan, ia bersama ratusan warga lain yang terkena dampak jalan tol tahap pertama merupakan warga yang lahan tanah, tanam tumbuh serta bangunan berada di sepanjang 1 kilometer dari titik nol Jalan Tol Trans Sumatera di Bakauheni. Sebagian besar warga sudah pindah sejak awal Oktober untuk mencari lokasi tinggal yang baru.
“Mereka sudah pindah karena alat berat sudah bergerak untuk meratakan tanah serta rumah yang memang sudah tak ditempati dan tak digunakan lagi langsung dihancurkan,”ungkap Sodikin.
Kepala Desa Bakauheni, Syahroni mengaku proses pengosongan rumah pun dilakukan secara gotong royong dan sebagian masih mengumpulkan sisa sisa atau bahan bangunan yang masih bisa dipergunakan untuk rumah baru yang akan ditempatinya.
“Banyak warga yang pindah masih di sekitar Bakauheni dan masih menjadi warga Bakauheni karena sebagian memiliki mata pencaharian di pelabuhan Bakauheni sebagai pedagang atau karyawan kapal,”ungkap Syahroni.
Sebelumnya, Syahrial Riza Pahlevi sebagai Koordinator Pengadaan Lahan Tol Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan total sebanyak 62,5 Milyar diserahkan kepada sebanyak 112 keluarga yang memiliki bukti kepemilikan lahan, bangunan, tanam tumbuh di Bakauheni atau tahap pertama lokasi sepanjang 1 kilometer di Desa Bakauheni yang akan dibangun untuk JTTS ruas Bakauheni Lampung Selatan-Terbanggi Besar Lampung Tengah.
Paska penerimaan uang ganti rugi dalam bentuk rekening, proses selanjutnya ungkap Syahrial, sesuai dengan kesepakatan berita acara pengosongan lahan, warga masih diberi kesempatan menempati rumah tinggalnya hingga akir bulan September 2015. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh pejabat pembuat komitmen pengadaan lahan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar.
“Setelah ganti rugi diberikan maka warga akan membuka sendiri bangunan, tanam tumbuh yang akan dilalui jalan tol kemudian alat berat akan meratakan banguann serta tanah yang sudah dipasangi patok tol,”ungkap Syahrial.
Selanjutnya setelah proses pembebasan lahan memalui ganti rugi tol di sepanjang 1 kilometer, dalam waktu tidak lama tim pembebasan lahan akan segera membebaskan lahan tol milik warga di wilayah Desa Kelawi, Hatta dan sekitarnya. Namun untuk selesainya waktu penggantian rugi Syahrial mengaku masih belum mengetahui pasti waktu pelaksanaannya sebab masih butuh proses untuk proses penghitungan ganti rugi berdasarkan luas lahan serta bangunan. 

KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...