Animo Masyarakat Gunakan Jasa Pos Indonesia Masih Tinggi

Aktivitas di salah satu Kantor Pos Indonesia di Lampung
LAMPUNG — Jasa pengiriman berbagai jenis keperluan masyarakat baik surat, wesel, barang dan keperluan masyarakat dalam pembayaran tagihan menggunakan PT.Pos masih tetap menjadi pilihan masyarakat Lampung.
“Kami memang sempat menanyakan ke para pelanggan jasa pos dan sebagian mengaku sudah biasa menggunakan jasa pos karena sudah terbiasa mengirim surat serta wesel,“ ungkap kepala kantor pos Penengahan Lampung Selatan, Didik di kantornya, Rabu (21/10/2015)
Didik menyebutkan, dalam sepekan masyarakat yang menggunakan jasa pos terbilang masih tinggi untuk jenis pengiriman surat, paket dokumen dan barang, wesel. Tidak hanya itu, masyarakat yang ingin membayar berbagai macam tagihan diantaranya tagihan pembayaran listrik PLN, langganan air, tagihan setoran kredit kendaraan bermotor atau mengirim uang dengan Western Union, pembayaran pajak, angsuran mobil dan motor, setoran tabungan, rekening listrik, rekening telepon, rekening air, dan masih banyak lagi.
“Sekarang kantor pos bekerjasama dengan jasa mitra keuangan lain yang disatukan secara nasional menggunakan sistem, ini memudahkan masyarakat dalam melakukan layanan yang telah disediakan, hingga kepelosok-pelosok daerah sekalipun,” ujar Doni bagian pemasaran pos Penengahan.
Menurutnya, minat masyarakat lebih banyak disebabkan karena jarak kantor pos di pusat kecamatan dengan tempat tinggal warga yang dekat. Selain itu dalam perhitungan biaya, PT Pos Indonesia masih tetap jadi pilihan. 
Untuk tarif pengiriman barang disesuai dengan zona pengiriman dan berdasarkan berat barang yang dikirim. Untuk pengiriman barang ke luar negeri atau daerah yang jauh akan disesuaikan dengan rute penerbangan yang ada, ketika melakukan pengiriman barang yang jauh tidak akan langsung sampai ditampat melainkan akan ditempatkan di kantor pos yang ada di Bandara Soekarno-Hatta, kemudian disortir dan dikirim ke daerah tujuan berdasarkan kode area atau kode pos.
Bahkan menurut Didik, proses panjang berdirinya kantor pos tetap menjadi nilai positif pos tetap ada di “hati” masyarakat . Melihat sejarahnya kantor pos pertama berdiri sejak 1947 di Batavia (Jakarta) yang didirikan oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.
Tumbuh dan bermunculannya banyak  perusahaan yang menawarkan jasa pengiriman barang namun tidak menurangi minat masyarakat untuk menggunakan jasa pos karena dinilai lebih murah.
“Buat secara keseluruhan layanan jasa yang ada di kantor Natar mengalami kenaikan sekitar 35-40% karena masih banyak masyarakat yang mempercayai jasa pos untuk mengirim barangnya,”ujar Didik.
Pelayanan yang saat ini membuat animo masyarakat masih tinggi dengan adanya fasilitas Short Message Service (SMS) bagi penerima surat atau paket. Fasilitas ini memungkinkan petugas pos berinteraksi dengan penerima untuk memberitahukan bahwa penerima bisa mengambil kiriman di kantor pos.
“Selain itu pengirim juga bisa mendapat pemberitahuan bahwa barangnya sudah sampai di tempat tujuan agar lebih memberi ketenangan pengirim” ungkap Doni.
Dua warga Penengahan, Akbar dan Iman, mengaku masih menyukai menggunakan jasa kantor pos karena sudah sejak lama menggunakan jasa pos. Pengiriman surat serta paket bahkan masih tetap dilakukan meski sudah banyak jasa ekspedisi saat ini. Ia bahkan mengaku alamat serta nomor telepon miliknya bahkan sudah dikenali pegawai pos sehingga menjamin keamanaan barang yang dikirim kepadanya.
“Selain paket saya membayar tagihan rekening listrik serta tagihan setoran motor di sini sebab mau membayar di ibukota kabupaten jaraknya jauh,”ungkapnya.
Ia mengaku berharap kantor pos bisa lebih meningkatkan pelayanan dan inovatif agar tetap diminati masyarakat. Meski waktu pengiriman lebih lama jika dibandingkan jasa ekspedisi lain namun ia mengaku tetap mempercayai pengiriman berbagai jenis barang menggunakan jasa pos.
RABU, 21 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...