Ariady Ahmad Cium Rencana Degradasi KPK dalam Revisi UU

Ariady Ahmad

JAKARTA — Tokoh Golkar, Ariady Ahmad mecium gelagat tidak baik dalam rencana Undang-Undang Nomor 30 tahun 2001 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menilai, revisi kali ini memang kental aroma membubarkan KPK atau setidaknya mendegradasi lembaga antirasuah itu menjadi sekadar lembaga pencegahan korupsi biasa.
“Meski disamarkan, ditutup-tutupi ataupun dibungkus rapi, aroma permainan politik penyusunan RUU itu tetap saja tercium,” Ujar Ariady di Jakarta, Jumat (09/10/2015).
Mantan Anggota DPR RI, Ariady Ahmad menilai hal tersebut tidak dapat dilakukan sembarangan dan hanya berdasarkan asumsi atau pendapat segelintir pihak.
“Tetapi, harus mempunyai latar belakang hasil kajian baik dari kinerja serta berbagai fungsi KPK mulai dari penindakan hingga pencegahan,”sebutnya di Jakarta, Jumat (09/10/2015).
Dirinya menyebut, bukan hanya munculnya angka 12 tahun dan pemberian wewenang Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) serta lainnya dalam RUU KPK, namun juga masuknya pasal Kretek dalam RUU Kebudayaan, ini sungguh memprihatinkan.
“Revisi ini sarat pesanan dan muatan politis,”sebutnya.
Menurut Ariady, walaupun proses maupun prosedur penyusunan dan pembahasan RUU sudah memiliki pola dan pakem yang baku, namun terbukti tidak sepenuhnya terbebas dari interest politik,
“Jadi maklum, proses legislasi adalah proses politik,”sebutnya.
Lebih Lanjut, Ariady mengatakan Potensi moral penyusunan RUU juga ada pada pemerintahan, ia mengingatkan pemerintah adalah penerima amanat rakyat menjalankan kekuasaan negara, Kewenangan membuat UU seharusnya juga untuk dan demi rakyat.
Dikatakan, penyusunan UU untuk menata negara dan bangsa ini agar bergerak lebih baik. Oleh sebab itu proses politik pembuatan UU haruslah juga berorientasi kebangsaan dan nasional, bukan demi kepentingan kelompok dan sesaat.
“Sebagai rakyat, kita wajib untuk mengikuti dan mengetahui serta mengawal proses legislasi itu,” tutupnya.
JUMAT, 09 Oktober 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa

Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...