Ariady Ahmad Minta Pemerintah Segera Mengatasi Insiden Singkil

Tokoh Golkar, Ariady Ahmad
JAKARTA — Tokoh Golkar, Ariady Ahmad menyayangkan peristiwa kerusuhan berlatar belakang suku, ras dan agama (SARA) yang terjadi di Singkil, Aceh, NAD. Dirinya mendesak agar pihak yang berwenang segera mengatasi hal tersebut.
“Saya sangat prihatin dengan kerusuhan ini, sekaligus mengingatkan agar pihak yang berwenang segera mengatasinya dengan baik,” Ujar Ariady di Jakarta Kamis (15/10/2015).
Disebutkan, insiden ini sepatutnya membuat semua pihak waspada. Sebab masih ada potensi sangat menganga yang mudah sekali memicu terkoyaknya keharmonisan masyarakat kita. Salah satunya bahayanya isu SARA.
Mantan Anggota DPR ini menyebutkan, sebuah kejadian itu, entah kesengajaan atau tidak, namun kerusuhan terjadi juga saat berlangsung hari besar keagamaan. 
“Jika sebelumnya insiden terjadi di ujung timur wilayah Indonesia, kali ini menimpa wilayah ujung barat,”jelasnya.
Ariady mengatakan, meski tak mudah membuktikan ada tidaknya hubungan, namun peristiwa yang terjadi memperlihatkan pola yang mirip atau hampir sama. Padahal, jarak antara dua peristiwa ini saling berjauhan.
“Saya ingin mengingatkan bahwa ikatan kebangsaan masih perlu terus diperkuat,” sebutnya.
Dia menambahkan, beberapa peristiwa akhir akhir ini, memang memberikan sinyal bahwa bangunan bangsa ini masih membutuhkan semen perekat yang kokoh. Para pemimpin pemerintahan, pemimpin politik dan pemimpin ormas harus bisa memberikan sumbangan terbesar bagi keutuhan bangsa.
Lebih lanjut, Ariady menyampaikan bahwa Bangsa ini memiliki Pancasila, ideologi dan landasan yang telah terbukti menjadikan bangsa yang beraneka suku, ras dan agama ini bersatu menjadi NKRI.
“Mari bangga dengan Pancasila,” tutupnya
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga aceh singkil yang mengungsi ke Sumatera Utara sebanyak 4.409 guna menghindari konflik susulan. Pengungsi terbagi di dua kabupaten yakni Tapanuli Tengah 3.433 orang dan Pakpak Bharat (976 orang).
KAMIS, 15 Oktober 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...