Atasi Antrian, PT KAI Surabaya akan Luncurkan Tiket Thermal

Manager Humas PT. KAI Daop 8, Sumarsono
SURABAYA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menerapkan tiket ‘thermal’, mulai tanggal 15 Oktober 2015 mendatang. Hal tersebut sebagai bentuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa transportasi massal.
Manager Humas PT. KAI Daop 8 Surabaya, Sumarsono menjelaskan bentuk tiket thermal ini mirip dengan struk belanja ke swalayan.
“Bentuknya secara fisik jenis dan ukuran tiket thermal, menggunakan kertas tipis berukuran 8×9 centimeter. Sedangkan sebagai pengaman, pada kedua sisi tiket terdapat logo atau tulisan PT KAI berwarna,”terangnya kepada Cendana News, Senin (5/10/2015).
Untuk pengecekan di petugas, terdapat kode batang (barcode), nomor KA, waktu keberangkatan, tanggal dan jam, tarif, data petugas, loket penjualan, serta jam pencetakannya.
“Pengunaan tiket thermal untuk mengantisipasi adanya antrean pada saat melakukan pencetakaan tiket, hanya membutuhkan waktu 0,5 – 1 detik saja,”jelasnya.
Ia mengatakan, penggunaan tiket thermal untuk menggantikan jenis lama, “dot matrix” atau berbentuk seperti kertas kuitansi.
Jika sebelumnya para penumpang bisa memesan tiket sebelum keberangkatan, sejak pemberlakuan tiket thermal maka tidak ada lagi proses pemesanan tiket.
“Dengan pemberlakuan tiket thermal maka pelayanan pembelian tiket KA lokal dilayani pada hari atau tanggal keberangkatan, dan mulai dibuka 3 jam sebelum jam keberangkatan KA tersebut,”jelasnya.
Rencananya, di wilayah Daop 8 Surabaya akan ada 44 perjalanan KA lokal per hari yang menggunakan tiket thermal. Yaitu khusus daerah tengah dan selatan, seperti jurusan Surabaya-Kertosono, Surabaya-Malang-Blitar. 
Pada tanggal 13 Oktober 2015 nanti, akan ada uji coba penggunaan tiket kereta api thermal ini. Diharapkan para penumpang kereta api sudah bersiap-siap menyambut program ini.
“Harapannya dengan adanya program ini, kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik, dan mudah diterima oleh masyarakat,” tutupnya.
SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...