Atraksi Tempur serta Alutsista Pukau Masyarakat dalam HUT ke-70 TNI

BANTEN — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Republik Indonesia (TNI) ke-70 dipusatkan di dermaga pantai Indah Kiat Cilegon Provinsi Banten. Sebanyak 16 ribu pasukan TNI dilibatkan dalam parade milter dari berbagai angkatan baik Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, serta berrbagai kesatuan dan diisi dengan parade defile.

Puluhan ribu prajurit TNI dan ratusan tamu undangan sudah memadati lokasi yang berada di pinggir pantai lengkap dengan kapal kapal perang TNI yang ada di Selat Sunda tersebut. Panitia juga memberikan akses bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung kegiatan yang dilanjutkan dengan penampilan atraksi tempur alutsista TNI.
Sejak pagi hingga pelaksanaan acara HUT TNI ke-70,  ribuan masyarakat sekitar dan keluarga TNI berbondong bondong menuju lokasi. Bahkan jalan utama yang sekaligus akses menuju pelabuhan Merak Banten macet parah. Ribuan warga bahkan rela berjalan kaki sejauh satu kilometer dari Merak akibat akses jalan tidak diperbolehkan selama kegiatan berlangsung. Warga sangat antusias ingin menyaksikan atraksi prajurit TNI dan manuver peralatan tempur yang dibeli dengan uang rakyat tersebut.
“Saya datang sejak pagi ingin melihat parade militer yang akan ditampilkan termasuk bisa melihat dari dekat alat alat perang yang dimiliki oleh TNI yang selama ini hanya bisa dilihat di televisi,”ungkap Sardiman (45) warga Cilegon kepada media Cendananews.com Senin (5/10/2015).
Selama kegiatan parade milter tersebut seluruh prajurit TNI sudah bersiaga di lokasi sejak beberapa hari sebelumnya untuk menggelar latihan. Ribuan personel TNI tengah mengikuti upacara peringatan HUT TNI yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan KSAL Laksamana Ade Supandi, KSAU Marsekal Agus Supriyatna, serta KSAD Jenderal Mulyono serta berbagai pejabat negara sahabat.
Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan, peringatan HUT TNI ke-70 ini digelar di Dermaga Indah Kiat, Cilegon karena TNI ingin menunjukkan dua kekuatan TNI, yakni Angkatan Udara dan Angkatan Laut, sebagai dukungan atas kebijakan pemerintah terkait poros maritim dunia.
Menurut Tatang, pada HUT TNI ini, kekuatan matra udara dan laut TNI ini akan bersinergi dengan melakukan atraksi perang udara dan laut, sebagai wujud komitmen TNI dalam mendukung dan mengamankan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kekuatan RI sebagai poros maritim dunia.
Saat yang ditunggu oleh masyarakat adalah atraksi tempur berbagai kesatuan, baik darat, udara maupun laut di Selat Sunda, suara dentuman bom yang dijatuhkan oleh pesawat pengebom termasuk pesawat Sukhoi buatan Rusia yang menghancurkan sebuah target menjadi atraksi yang mengundang decak kagum dan tepuk tangan. Sementara itu simulasi perebutan dermaga Indah Kiat oleh pasukan musuh juga didemonstrasikan dengan mengerahkan berbagai kekuatan militer yang dimiliki oleh TNI.
Suara dentuman akibat bom yang dijatuhkan bahkan terdengar hingga ke Pelabuhan Bakauheni Lampung yang berjarak sekitar 32 Kilometer dari Pantai Indah Kiat dan lokasi atraksi pertempuran laut.
“Atraksi tempur di Dermaga Indah Kiat yag dilihat oleh masyarakat dengan pesawat tempur TNI AU merupakan atraksi pertempuran udara jarak dekat (dogfight). Pesawat TNI akan menghindar serangan lawan dan berbalik menyerang lawan,”ungkap Tatang.
Puluhan alat persenjataan dari udara,laut dan darat dikerahkan dalam simulasi tersebut. Sementara itu beberapa armada laut terlihat hilir mudik untuk melakukan pengeboman terhadap target yang telah ditentukan. Dentuman bom bertubi tubi sebagai dukungan kekuatan TNI Au dan TNI AL mewarnai atraksi pertempuran laut tersebut.
Dalam HUT ke-70 TNI tersebut masyarakat baik kalangan pelajar maupun masyarakat umum bahkan berkesempatan mengambil gambar dan berfoto sangat  sangat dekat dengan beberapa kendaraan tempur milik Paskhas, marinir serta tank tank berbagai jenis diantaranya Tank Leopard dan Scorpio.
Selain bisa melihat serta berfoto dengan alat persenjataan milik TNI dengab berbagai jenisnya masyarakat juga bisa menikmati pesta rakyat yang akan dilakukan hingga siang hari secara gratis. Pesta rakyat tersebut akan menyajikan berbagai jenis makanan tradisional yang akan berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Sementara itu selama peringatan HUT TNI ke-70 tersebut arus pelayaran di perairan Selat Sunda dari pelabuhan Merka Banten dan pelabuhan Bakauheni mengalami gangguan. Hanya dua dermaga yang dioperasikan sehingga jumlah kapal yang sedikit mengakibatkan antrian kendaraan terjadi di Pelabuhan Merak maupun Pelabuhan Banten.

SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...