Balai Karantina Lampung Lepasliarkan Ribuan Ekor Burung

LAMPUNG — Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni melepasliarkan ribuan ekor burung berbagai jenis yang merupakan hasil ungkap kasus penyelundupan.
Menurut Penanggungjawab Kantor BKP Bakauheni Wilker Bakauheni Drh. Azhar ,ribuan burung berbagai jenis tersebut terpaksa diamankan karena tidak memiliki kelengkapan dokumen karantina. Ribuan burung tersebut diletakkan dalam sekitar 23 kardus yang dikirim menggunakan bus DAMRI asal Kabupaten Pringsewu.
“Ribuan ekor burung tersebut diamankan dalam bagasi sebelah kanan bus DAMRI yang akan masuk di dalam kapal saat berada di dermaga dua Pelabuhan Bakauheni,”ungkap Drh Azhar  kepada Cendana News, Rabu (28/10/2015)
Bus DAMRI dengan nomor pintu 5536 tersebut diamankan saat akan naik ke kapal di dermaga 2 dimana petugas karantina, Hendra mencurigai karena dari dalam bagasi terdengar suara burung dan saat diperiksa di dalam bagasi tersebut berisi ribuan ekor burung pada Selasa malam (27/8/2015). Setelah dilakukan pemeriksaan puluhan kardus dan keranjang buah tersebut berisi jenis burung tekukur, pleci, perkutut, cucak ranting dan ciblek.
Ribuan burung asal Pringsewu tersebut selanjutnya diamankan di kantor Balai Karantina Wilker Bakauheni untuk diamankan. Menghindari ribuan ekor burung tersebut mengalami kematian, akhirnya ribuan burung berbagai jenis tersebut dilepaskan.
Pelepasliaran ribuan ekor burung tersebut pun mendapat persetujuan dari pemilik yang menyadari perbuatannya yang salah karena tidak memiliki izin pengepul BKSDA, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan setempat, serta  tidak melaporkan ke petugas karantina.
Menurut Penanggungjawab Balai Karantina Pertanian Wilker Bakauheni pelaku terbukti melnggar  UU RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan,ikan dan tumbuhan.
Berdasarkan pengakuan Hisbulloh (42) sang  pengirim burung tersebut ia sudah melakukan pengiriman ribuan ekor burung tersebut ke Jakarta lebih dari enam kali dan selalu lolos dari pemeriksaan karantina saat melintas di Pelabuhan Bakauheni.
“Saya selalu mengirim menggunakan bus dan tak pernah diamankan oleh petugas karantina,“ungkap Hisbulloh.

RABU, 28 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...