Bawaslu Harapkan Pemberitaan Tentang Pilkada Lebih Berkualitas

John Suak berbicara (pegang mic) pada diskusi pers
MANADO — Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan, banyak media di Manado tidak mampu mempublikasikan pilkada yang berkualitas. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Bawaslu Sulut John Suak pada diskusi media Perspektif Sulut dengan topik Peran Pers dalam pendidikan politik dan pilkada serentak, yang dilaksanakan disalah satu kafe di Manado pada Jumat (16/10/2015) sore.
Menurut Suak saat ini media kurang mempublikasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu terutama soal pengawasan pilkada dari Bawaslu. 
Suak mencontohkan, beberapa ketika Bawaslu mengadakan sosialisasi bersama sejumlah stekholder dan mengundang banyak media, namun setelah kegiatan selesai hasil kegiatan tidak ada di media yang ikut kegiatan itu, padahal kata Suak kegiatan yang dilaksanakan itu digelar tiga hari dan semua peserta di berikan fasilitas penginapan sehingga bisa banyak mendapat materi dan berita saat mengikuti kegiatan. 
“Kami sangat menyesalkan, teman-teman jurnalis dari berbagai media kami undang untuk ikut kegiatan pengawasan, namun setelah kegiatan selesai hanya sedikit media yang mempublikasikan hasil pertemuan itu, padahal kegiatan ini bermanfaat terutama bagi masyarakat dan stekholder ,” tegas Suak.
Selain itu dalam diskusi dengan media di Perspektif Sulut Komisioner Bawaslu ini juga mengatakan, saat ini banyak baliho dan spanduk calon kepala daerah yang rusak dan itu bisa menjadi bahan berita, namun media kurang membritakan sehingga Bawaslu sangat prihatin dengan media lokal terutama media cetak yang ada di Manado.
 “Saya keliling di Kabupaten Minahasa melihat baliho dan spanduk Pilkada yang rusak dan jumlahnya kurang saat dipasang oleh penyelenggaran pemilu dibeberapa tempat, namun beritanya tidak ada di media, padahal ini bisa menjadi bahan berita oleh media”, ungkapnya.
Sementara itu pantauan Cendana News, pada diskusi media di Perspektif Sulut yang mengangkat topik peran pers dalam pendidikan politik dan pilkada serentak 2015, selain dihadiri dari Bawaslu Sulut, juga dari pimpinan media dan pakar komunikasi serta Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado Yosep Ikanubun.
Dalam Perspektif Sulut itu, Bawaslu juga menyoroti media yang melakukan publikasi hasil hitungan cepat calon kepala daerah, namun kurang memberikan data yang konprehensif, sehingga kata Komisioner Bawaslu Sulut John Suak, senin depan pihaknya akan mengirim surat kepada pimpinan media untuk memberikan himbauan agar data yang tampilkan di media harus jelas sumbernya dan siapa yang membiayai. 
“Kita akan segera menyurat ke seluruh media cetak yang mengeluarkan hasil survey, jika data yang dikeluarkan tidak jelas sumbernya, maka kami akan merekomendasikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers untuk diberikan sanksi, karena tugas Bawaslu hanya sebatas pengawasan,” tegas Suak.
Suak menghimbau, agar seluruh media tetap menyajikan berita yang berimbang dan sesuai dengan koridor dan kaidah dalam Etika Jurnalistik agar bisa mendidik pembaca dan menghasilkan Pilkada yang berkualitas.
“Kalau media sudah memberikan berita yang jelas dan konprehensip dan tidak hanya mengejar pemasukan saja, maka pilkada serentak tahun ini bisa berkualitas dan dapat menghasilkan Pemimpin yang baik”, kuncinya.
JUMAT, 16 Oktober 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...