Bawaslu Sulut dan Komisi Penyiaran Gelar Rakor Pengawasan Kampanye

Rapat koordinasi
MANADO — Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut), menggelar rapat koordinasi (Rakor) pengawasan kampanye bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulut, dan sejumlah lembaga penyiaran pada hari Jumat (23/10/2015) yang bertempat di salah satu hotel yang terletak di ruas jalan trans Manado – Bitung Kabupaten Minahasa Utara.
Rakor pengawasan kampaye antara Bawaslu dan KPID Sulut dan lembaga penyiaran, diadakan selama tiga hari, selain diikuti oleh lembaga penyiaran, juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan tim pasangan (low officer) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut dari sejumlah kabupaten kota. 
Ketua Bawaslu Sulut Harwin Malonda saat ditemui Cendana News setelah membuka kegiatan mengatakan, tujuan diadakan Rakor bersama lembaga penyiaran untuk memberikan pemahaman tentang kampaye yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh media penyiaran, dan adanya porsi yang sama untuk penayangan iklan kampaye di media elektronik, sehingga KPID bisa melakukan pengawasan dengan baik, dan meminimalisir terjadinya kecurangan dan curi start kampaye. 
“Setelah rakor ini akan dirumuskan kesepakatan untuk semua lembaga penyiaran dan nantinya KPID akan mengawasi, jika melanggar akan diberikan sanksi tegas,” kata Malonda.
Sementara itu Ketua KPID Sulut, Olga Peleng dalam pembukaan Rakor mengatakan, KPID Sulut akan bekerja secara professional untuk memantau seluruh lembaga penyiaran baik radio maupun televisi lokal dan nasional yang menayangkan iklan kampaye, dan jika ditemukan ada pelanggaran pihak KPID akan memberikan sanksi tegas. 
“Kami akan bekerja secara profesional dan tetap independen baik dengan lembaga penyiaran maupun dengan para calon pasangan calon Pilkada”, katanya
Pantauan Cendana News di Rakor tersebut, sejumlah lembaga penyiaran sempat mempertayakan sikap KPU Setempat dan lembaga Dewan Pers yang tidak dihadirkan dalam pertemuan itu, karena banyak pelanggaran yang terjadi bukan di lembaga penyiaran tapi di media cetak, sehingga perlu sikap tegas karena dinilai sudah mencuri start kampaye. 
“Banyak media cetak kami nilai sudah melanggar ketentuan kampaye, namun karena tidak ada lembaga yang mengawasi sehingga terus dibiarkan” kata Angie Kuntag dari salah satu radio di Manado.
JUMAT, 23 Oktober 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...