Bawaslu Sumbar Temukan 37 Kasus Pelanggaran Pemilukada

Kantor Bawaslu Sumbar
PADANG —  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) lebih banyak mendapati temuan pelanggaran daripada laporan dari masyarakat atau pihak-pihak terkait. Hingga awal Oktober ini, bawaslu telah mendapati 66 pelanggaran pemilu di seluruh Sumbar.
Dari 66 kasus tersebut, 29 kasus merupakan laporan dari masyarakat. Sedangkan 37 kasus lainnya merupakan temuan Bawaslu dan Panwaslu yang ada di Sumbar.
“Sampai hari ini, sudah 36 kasus yang terbukti sebagai pelanggaran, sedangkan sisanya bukan pelanggaran,” ujar kepala divisi penindakan pelanggaran Bawaslu Sumbar, Yoni Syah Putri, yang ditemui cendananews diruang kerjanya, Kamis (07/10/2015).
Ke 36 kasus tersebut, didominasi oleh kesalahan administrasi dan pelanggaran kode etik.
“Ada 34 kasus terkait administrasi, 3 kasus kode etik. Yang terkait tindak pidana belum ada,” lanjut Putri.
Sampai berita ini dibuat, Putri belum menemukan pelanggaran berat, namun masih ada kasus yang tengah dalam proses. Ia juga menjelaskan, untuk Bawaslu sendiri tengah dalam proses rekap kasus untuk tigkat kabupaten dan kota.
“Akan lebih banyak lagi jumlah kasusnya, namun masih dalam tahap perekapan dari Kabupaten dan Kota,” pungkas Putri.

KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...