Berkelahi Karena Pena, Murid SD di 50 Kota Meninggal

Kapolres menenangkan keluarga korban
LIMA PULUH KOTA/Sumbar — Seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Nagari (desa adat) Situjuah Gadang Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) meninggal dunia usai berkelahi dengan teman satu kelasnya.
“Dari Informasi dari guru-guru di sekolah tersebut, usai jam istirahat, korban dan murid-murid lainnya kembali masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran. Kemudian, guru meninggalkan siswa di kelas karena mengisi tinta spidol di kantor, saat kembali ke kelas didapati korban menangis, dan ia mengakui dipukul sang teman dan sempat dibawa ke Rumah Sakit,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Situjuah Limo Nagari Ofti Darwan di Sarilamak, Senin (12/10/2015).
Korban bernama Rivo Nofitra Ariska (RNA) yang berumur 12 tahun. Murid kelas V SD 07 Situjuah Gadang Kecamatan Situjuah Limo Nagari itu diketahui berkelahi dengan rekannya A (14).
Ofti Darwan menegaskan, saat kejadian tak ada guru di ruang kelas V SD Nagari Situjuah Gadang Kabupaten 50 Kota. RNA, lanjut Ofri Darwan, setelah kejadian, langsung  dibawa ke ruangan UKS. Saat berada di ruangan UKS tersebut, bungsu dari 3 bersaudara itu muntah dan kejang-kejang. 
“Kondisinya semakin parah, sehingga RNA dilarikan pihak sekolah ke rumah sakit. Dua jam setelah dirawat, dia meninggal,” lanjut Ofri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Radimas menyayangkan terjadinya kasus kekerasan di lingkungan sekolah tersebut. Radimas mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa korban dipukul oleh pelaku pada kepala bagian belakang.
Dari informasi yang dihimpun, korban masuk RSUD DR. Adnaan WD Payakumbuh sekitar pukul 11.19 WIB. Korban dilarikan ke rumah sakit masih memakai seragam sekolah. Korban merupakan anak bungsu dari tiga saudara. Setelah menjalani perawatan sekitar dua jam, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Sementara itu, Kapolres Payakumbuh, AKBP. Yuliani membenarkan adanya peristiwa perkelahian antara siswa sekolah dasar yang mengakibatkan salah seorangnya meninggal dunia. Pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban tersebut.
“Memang benar ada perkelahian siswa SD, namun penyebab kematian korban masih kami dalami,” ujarnya.
Diterangkan lebih lanjut, Kasatreskrim Polres Payakumbuh AKP Tendri Wardi telah melakukan pemeriksaan terhadap A (14), teman RNA, yang terlibat perkelahian dengan korban sebelum meninggal dunia.
AKP Tendri Wardi mengatakan perselisihan A dengan RNA bermula karena kehilangan pena. Seorang teman menunjuk A yang mengambil pena RNA.
“A tak terima dengan tuduhan itu,” ujar AKP Tendri Wardi 
A melakukan pemukulan dengan tangan kiri, reaksi dari ketidaksenangannya. Pukulan tangan kiri itu, sebut kasatreskrim, mendarat di kepala bagian belakang RNA.
korban sebelum dimakamkan
SELASA, 13 Oktober 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...