BMKG Deteksi 744 Titik Api di Hutan Provinsi Papua

Petugas BMKG Wilayah V Jayapura memonitor titik kebakaran melalui satelit
JAYAPURA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura mendeteksi terdapat 744 titik api kebakaran hutan dan lahan di provinsi Papua. Sementara di provinsi Papua Barat terdeteksi 32 titik.
Akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sebagian di wilayah selatan Papua, asap terbawa ke arah tenggara Papua, di Kabupaten Mimika, mengharuskan aktifitas penerbangan di bandara Moses Kilangin, Mimika terhenti sementara Sejak Kamis (15/10/2015) hingga hari ini, Kamis (22/10/2015).
“Kabut asap kiriman dari selatan Papua ke Mimika, membuat bandara harus tutup, karena jarak pandang hanya 200 meter, dengan kecepatan angin 2 knot. Tapi, pada hari ke-enam sempat terbuka karena jarak pandang bisa ditembus, intinya bandara buka sesuai dengan kondisi jarak pandang. Sampai saat ini update jam 12.00 WIT, titik api atau hospot di Papua ada 744 titik dan di Papua Barat ada 32 titik api,” kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Jayapura, Zem Irianto Padama kepada Cendana News di Jayapura, Kamis (22/10/2015).
Saat ini di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, lanjutnya, terdapat 5 titik api, masing-masing di Kabupaten Jayapura terdapat 3 titik api, yakni kampung Airum, Kampung Harapan dan Yapsi. Sementara untuk Kota Jayapura, dikatakan Padama, terdeteksi satu titik api di Waena.
“Titik api paling banyak di daerah selatan Papua, di kabupaten Mappi, Merauke, Boven Digoel. Di Papua Barat juga ada, kemudian daerah pegunungan tengah Papua juga ada, seperti di Wamena, Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab kebakaran hutan dan lahan dapat diakibatkan dari alam itu sendiri maupun ulah manusia. 
“Untuk hutan, kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan membakar hutan, dan juga diduga ada perusahaan-perusahaan diduga buka lahan dengan membakar hutan, tapi itu semua belum pasti, karena harus ada tim yang turun kelapangan,” tuturnya.
Sementara yang disebabkan alam, lanjutnya, dimana kondisi keringnya hutan dapat mengakibatkan gesekan-gesekan membuat timbulkan api ditambah dengan angin dapat menyebar kesegala arah.
“Ditambah juga dengan El Nino, tambah kering lagi kondisi saat ini yang pengaruhnya, kami perkirakan itu sampai bulan Desember mendatang,” katanya.
Dari hasil monitoring BMKG, dampak kiriman asap dari wilayah selatan Papua diantaranya Sorong, Kaimana, Fak-Fak, Mimika dan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. 
“Kota Jayapura, saat ini mungkin belum pengaruh, tapi kita semua harus waspada, karena dari negara tentangga Papua Nugini juga ada kebakaran hutan, ada beberapa titik hospot disana, nah saat ini, kami lihat pola anginnya, kalau dari tenggara, kemudian kecepatan angin rata-rata 10-11 knot, bisa saja Kota Jayapura dapat asap kiriman,” jelasnya.
Kebakaran di Hutan, Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura
KAMIS, 22 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...