BNPB Teken MoU Tangani Krisis Air Bersih di NTT

Seorang mama di papua sedang menadah air bersih [ilustrasi]
FLORES — Krisis air bersih akibat kekeringan panjang yang mendera pelbagai wilayah di NTT telah menjadi perhatian Pemerintah Pusat untuk diupayakan penanganan. Langkah penanganan hingga kini sudah mulai dilakukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan meneken Memorandum of Understanding (MoU) bersama para Pemerintah Daerah setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Anglus Angkat mengatakan, masalah krisis air bersih memang merupakan fokus penanganan pihak BNPB berdasarkan kesepakatannya dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Terkait dengan masalah kekeringan lahan, hal tersebut menjadi urusan Kementerian Pertanian.
“Untuk dampak kekeringan, itu sudah ada pembagian urusan di Pusat, antara Kementerian Pertanian dengan BNPB. Yang ditangani oleh Kementerian Pertanian itu terkait dengan kekeringan lahan pertanian. Sedangkan yang ditangani oleh BNPB adalah kekeringan yang berdampak pada krisis atau kelangkaan air bersih. Itu yang ditangani oleh BNPB,” kata Anglus, Sabtu (10/10/2015).
Sejauh ini, kata Anglus, pihaknya bersama lembaga serupa lain di NTT telah meneken nota kesepakatan (MoU) dengan BNPB. “Sudah ada MoU antara BNPB dengan pihak kabupaten, termasuk Kabupaten Manggarai, juga Pemprov NTT. Tetapi belum ada realisasi karena katanya kurang dana lagi. MoU-nya sudah kita tanda tangan. Tapi itu kan masih tahap administrasi, belum sampai ke keuangan,” tuturnya.
Terkait dengan kendala realisasi penanganan masalah krisis air bersih di NTT, Anglus menyebutkan, hal tersebut diinformasikan terjadi karena keuangan nasional sedang difokuskan untuk menangani persoalan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. “Katanya dana di Pusat sedang diprioritaskan untuk tangani kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Itu yang sedang menjadi prioritas sekarang,” ujar Anglus.
Pantauan Cendana News, kekeringan selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan terjadinya persoalan krisis air bersih di sebagian besar wilayah NTT. Bahkan masalah tersebut telah sampai pula ke Daerah Kabupaten Manggarai yang sebetulnya terhitung memiliki persediaan sumber air yang lebih baik daripada daerah-daerah lain di NTT.
Sebelumnya, sebagaimana telah diberitakan, Direktur PDAM Tirta Komodo, Klemens Man, yang menangani urusan air bersih di Kabupaten Manggarai, menyebutkan telah terjadi penurunan debit air pada sejumlah mata air yang dikelolanya untuk kebutuhan air bagi ribuan warga di Kota Ruteng. Hal tersebut lantas membuat pihaknya terpaksa melakukan pelayanan bergilir ke sejumlah titik pelayanan.
MINGGU, 11 Oktober 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...