BNSP: Dalam Hal Sertifikasi, Pekerja Indonesia Belum Siap Hadapi MEA

Richardus Eko Indrajit
SURABAYA — Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang rencananya akhir tahun ini akan dibuka, menurut sebagian kalangan, Indonesia belum siap 100 persen. Salah satunya dalam hal sertifikasi profesi.
Ketua Komite Sertifikasi Sektoral Bidang Telematika Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Richardus Eko Indrajit mengungkapkan, dari 150 juta pekerja aktif di Indonesia hanya sekitar 2,5 juta saja yang sudah tersertifikasi.
“Dari 2,5 juta pekerja yang sudah tersertifikasi, 10 persennya dari informatika,”terangnya saat ditemui CND di Surabaya, Kamis (08/10/2015).
Dari data tersebut saja, sudah dipastikan masih ada 100 juta lebih pekerja yang belum tersertifikasi. 
“Ditakutkan nantinya justru malah sertifikasi dari luar yang masuk ke Indonesia, dan menjadi syarat bekerja di sebuah perusahaan,”ujarnya.
Maka akan lebih susah menjaga pekerja lokal yang tidak mempunyai sertifikasi.”Sertifikasi sangat penting untuk menunjukkan kualitas SDM yang kita miliki, keahlian kalau tidak ada sertifikatnya maka akan susah diakui. Orang lain kan bisa baca dan tahu jika sudah diuji dan ditulis oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang resmi,”tandasnya.
KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...