BPJS Catat 1.300 Perusahaan di Kalimantan Tutup

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan Afdiwar Anwar
BALIKPAPAN — Imbas dari kondisi ekonomi yang mengalami perlambatan dalam pertumbuhannya serta kondisi sektor tambang batu bara yang terpuruk menyebabkan sekitar 1.300 perusahaan yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan telah menutup usahanya. 
Menurut Kepala BPJS Ketanagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Afdiwar Anwar, hingga bulan September 2015 sudah ada 1.300 perusahaan yang juga peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah menutup usahanya. Perusahaan yang tutup itu didominasi oleh Kota Balikpapan dan Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
” Dari 1.300 perusahaan se-Kalimantan itu berasal dari tenaga kerja sebanyak 285 ribu tenaga kerja . Jumlah ini tentu sangat banyak. Hal ini tentu imbas dari kondisi ekonomi yang mengalami perlambatan dalam pertumbuhannya serta kondisi sektor tambang batu bara yang terpuruk,” katanya disela aktivitas, Kamis (29/10/2015).
Dari catatan BPJS Ketenagakerjaan dimana Kota Balikpapan di tahun 2015 ini tercatat sekitar 205 perusahaan yang tutup dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 37.492 orang. Kemudian disusul kota Samarinda dengan 116 perusahaan yang tutup dengan jumlah tenaga kerja 35.750 orang. Berau 43 perusahaan dengan jumlah 19.768 tenaga kerja.
Selain itu, wilayah Kalimantan selatan juga cukup banyak menyumbang jumlah perusahaan yang tutup. Terutama kota Banjarmasin menjadi kota penyumbang paling besar yakni 286 perusahaan dengan jumlah 44.850 tenaga kerja.
Afdiwar menjelaskan tahun ini perusahaan yang tutup didominasi oleh perusahaan alat modal yakni perusahaan yang memiliki omzet tinggi dan jumlah tenaga kerjanya cukup banyak. Contohnya seperti perusahaan kelapa sawit dan batu bara.
Dengan banyaknya perusahaan yang tutup maka dampaknya tenaga kerja yang terPHK akan besar. Saat ini proses pengambilan klaim JHT di Kantor Cabang Balikpapan pun semakin meningkat, antrian peserta yang bisa mengambil klaim sudah sampai pada tanggal 18 Desember 2015, dengan jumlah 200 antrian setiap harinya.
“Dipastikan kami tidak alami defisit. Hal ini karena 90 persen dari iuran adalah Jaminan Hari Tua, dan itu ada alokasi investasinya,” tegas Afdiwar. Hal tersebut sudah dapat dipastikan sejak jauh hari, karena menurutnya perhitungan soal alokasi investasi telah dihitung secara matematika, maupun profesional.
Sementara itu, pencapaian target regional Kanwil Kalimantan sampai September 2015 telah terpenuhi, dari aspek iuran saat ini sudah mencapai 90,90 persen dari target 2015 dengan perincian tenaga kerja sebesar 58,86 persen, dan perusahaan baru sebesar 75,60 persen.
KAMIS, 29 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...