BPJS: Mantan Gubernur Belum Daftarkan 5.000 Karyawannya

BPJS Ketenagakerjaan

AMBON — Kepala Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Ambon, Muhammad Aras, kepada Cendana News di Ambon Minggu (11/10/2015) mengatakan, PT Wayana Lestari Imfestama (WLI) milik mantan Gubernur Maluku dalam hal ini Karel Alberth Ralahalu sampai sekarang belum memasukan data tenaga kerja.
Padahal, perusahaan udang itu (PT WLI-Red) di Sawai – Saleman Kecamatan Pasanea Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) itu sudah bertahun-tahun lamanya beroperasi memiliki sebanyak 5.000 lebih tenaga kerja.
Masing-masing karyawan tetap, karyawan kontrak dan karyawan lepas. Sayangnya, 5000 lebih tenaga kerja itu sampai detik ini belum juga terdaftar di BPJS.
Untuk karyawan lepas tugasnya setiap hari melakukan pemataan (mematahkan) kepala udang. Sedangkan karyawan kontrak (bagian pengawas dan produksi), dan karyawan tetap bertugas di bagian personalia dan lainnya. Namun sampai detik ini Bos PT WLI itu belum juga memasukan jumlah tenaga kerjanya kepada pihak BPJS Maluku.
“Sejak April 2015 kami sudah datangi pihak PT WLI untuk sosialisasi sekaligus juga sudah menyurati perusahaan tersebut. Tapi, sampai saat ini belum ada respon balik dari pihak PT WLT,” ungkap Muhammad Aras.
Padahal, saat sosialisasi ke PT WLI pihak perusahaan berjanji akan memasukan data tenaga kerja, namun sampai sekarang belum dimasukan.
“Untuk pengurusan kartu jaminan kesehatan dilakukan HRD PT WLI. tapi belum ada laporan pemasukan data atau nama tenaga kerja dari PT WLI oleh HRD,” katanya.
Untuk mendapatkan kartu jaminan kesehatan bagi tenaga kerja yang bekerja Perusahan apa saja, yang mengurusnya adalah pihak Perusahan. Hal itu sesuai dengan peraturan BPJS Kesahatan Nomor 1 Tahun 2015.“Yang jelas BPJS Maluku selalu sosialisasi ke semua daerah yaitu Kabupaten dan Kota,” bebernya.
Dia berharap, pihak PT WLI segera mendaftarkan karyawan mereka guna mendapatkan kartu jaminan kesehatan agar bisa dipergunakan para karyawan.
Lanjutnya, mungkin karena PT WLI lokasinya jauh dari Kota Ambon, bahkan untuk komunikasi juga sangat susah sehingga disitulah pihaknya susah membuat laporan data tenaga kerjanya. 
SENIN, 12 Oktober 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...