BPS Jawa Tengah Rilis Perkembangan Ekonomi September 2015

Kepala kantor BPS Jawa Tengah, Jam Jam Zamachsyari

SEMARANG — Bulan September 2015, di Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,15 Persen, dengan Indeks Harga Konsumen ( IHK ) sebesar 120,42, lebih rendah dibandingkan pada bulan Agustus 2015. Dimana pada bulan lalu mengalami inflasi sebesar 0,29 Persen, dengan IHK sebesar 120 ,61.


Deflasi tercatat terjadi di empat kota, sedangkan dua kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di kota Surakarta, sebesar 0,45 Persen dengan IHK sebesar 117,97. Diikuti kota Semarang mengalami deflasi sebesar 0,18 Persen dengan IHK sebesar 120,46. Kemudian kota Tegal mengalami deflasi sebesar 0,14 Persen dengan IHK sebesar 117,53. Terakhir kota Purwokerto yang mengalami deflasi sebesar 0,02 Persen dengan IHK sebesar 119,00.
Sedangkan dua kota yang mengalami inflasi adalah kota Kudus sebesar 0,28 Persen dengan IHK sebesar 126,93 dan kota Cilacap sebesar 0,06 Persen dengan IHK sebesar 123,42.
Deflasi yang disebabkan penurunan harga ditunjukkan dengan terjadinya penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,61 Persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14 Persen.
Sedangkan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga, ditunjukan dengan kenaikan indeks terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, sebesar 1,10 Persen, kelompok sandang sebesar 0,42 Persen, kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau sebesar 0,36 Persen, kelompok kesehatan sebesar 0,27 Persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan BBM sebesar 0,02 Persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan bawang merah. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah beras, akademi / perguruan tinggi, kue kering, perhiasan emas dan bawang putih.
” Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya deflasi 0,15 Persen di Provinsi Jawa Tengah adalah menurunya harga – harga beberapa kebutuhan pokok, yang beberapa bulan terakhir harganya sempat melambung, namun sekarang melandai seiring tersedianya pasokan stok di pasaran ” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Tengah, Jam Jam Zamachsyari
Perkembangan Pariwisata Jawa Tengah Bulan Agustus 2015
Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Tengah melalui pintu masuk bandara Adi Sumarmo Surakarta dan bandara Ahmad Yani Semarang, pada bulan Agustus 2015 tercatat  sebanyak 2.726 kunjungan. Naik dibandingkan bulan Juli 2015 yang tercatat sebanyak 2.160 kunjungan, kenaikannya sebesar 26,20 Persen.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk bandara Adi Sumarmo Surakarta pada Agustus 2015 mengalami kenaikan dibandingkan Juli 2015, yaitu dari 542 kunjungan menjadi 740 kunjungan.
Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk bandara Ahmad Yani Semarang pada Agustus 2015 sebanyak 1986 kunjungan, naik sebesar 22,74 Persen bila dibandingkan Juli 2015 sebanyak 1618 kunjungan.
Perkembangan Statistik Transportasi Jawa Tengah Bulan Agustus 2015
Jumlah keberangkatan ( embarkasi ) penumpang angkutan udara komersial dari Jawa Tengah pada Agustus 2015 secara keseluruhan sebanyak 248.868 orang, naik 14,30 Persen dibandingkan Juli 2015 yang tercatat sebanyak 217.724 orang.
Sedangkan jumlah kedatangan ( debarkasi ) penumpang angkutan udara komersial ke Jawa Tengah pada Agustus 2015 secara keseluruhan berjumlah 221.825 orang, menurun dibandingkan bulan Juli 2015 sebanyak 240.191 orang, penurunannya sebesar 7,65 Persen.
Jumlah keberangkatan ( embarkasi ) penumpang angkutan laut dalam negeri melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada bulan Agustus 2015 sebanyak 11.451 orang, turun 70,87 Persen dibandingkan Juli 2015 2015 sebanyak 39.314 orang.
Sedangkan jumlah kedatangan ( debarkasi ) penumpang angkutan laut dalam negeri melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang tercatat sebanyak 16.524 orang, mengalami penurunan sebesar 68,66 Persen dibandingkan Juli 2015 sebesar 52.726 orang.
JUMAT, 02 Oktober 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...