Buah-buahan Lokal Masih Diminati Pembeli di Lampung

LAMPUNG — Buah lokal yang dijajakan oleh pedagang di Kota Kalianda, Lampung Selatan Provinsi Lampung terbukti mampu berdaya saing dengan buah impor dari Singapura dan Thailand. Selain harganya lebih murah, ketersediaan pilihan buah lokal menjadikan permintaan masih cukup tinggi.
“Sekarang ini, buah-buahan yang berasal dari wilayah tempatan atau  buah  lokal lebih diminati daripada buah dari Singapura dan Thailand,” kata pedagang buah di Pasar Inpres Kalianda Lampung Selatan, Supadi kepada Cendana News,Senin  (19/10/2015).
Namun ada beberapa buah import yang masih diminati, hal tersebut lebih dikarenakan rasa dan kondisi buah, seperti anggung, apel dan lainnya.
 “Anggur hitam dari Singapura, harganya mencapai Rp.75 ribu per kilo gramnya dan anggur merah mencapai Rp.65 ribu per kilo gramnya, sementara harga buah lokal yang sama berada di bawah harga buah impor tersebut, namun tetap saja pembeli memilih buah impor dari pada lokal,” katanya.
Sedangkan buah impor Thailand yang diminati yakni mangga dengan kisaran harga di Rp.30 ribu per kg.
“Secara keseluruhan, perbedaan buah impor dan buah lokal itu tampak dari rasanya, karena buah impor itu jauh lebih manis dari pada buah lokal,” ucap Supandi.
Ia juga menambahkan saat musim kemarau ini beberapa daerah di Lampung sedang memasuki musim mangga selain itu pasokan buah dari provinsi lain seperti melon, semangka membuat pilihan warga untuk membeli buah lebih variatif. Apalagi musim kemarau buah yang mengandung banyak air lebih diminati karena bisa dikonsumsi dalam kondisi segar maupun dibuat es buah.
“Selain konsumen rumah tangga untuk buah meja dan disantap langsung pembeli buah milik kami sebagian besar adalah penjual es buah serta buah potong untuk petisan”ungkap Supadi.
Penjual es buah selama ini lebih dominan membeli buah yang dipergunakan untuk es campur diantaranya semangka, buah naga, nangka, melon , mangga serta buah buah segar lainnya. Beberapa warung atau restoran bahkan menjadi pelanggan tetap karena kios milik Supandi cukup lengkap dalam menyediakan buah segar.
Sebagian besar buah yang dibeli oleh pemilik warung es buah atau restoran yang menyajikan menu es buah lokal membeli buah yang sudah masak. Sementara itu pangsa pasar buah buahan yang masih belum cukup masak diantaranya dibeli oleh para penjual rujak, petis yang masih banyak terdapat di Kalianda.
Salah satu penjual buah yang biasa memasok buah setengah matang sekaligus buah matang yakni Rosmala. Ia mengaku sudah menjadi penjual buah di pasar Inpres Kalianda sejak tahun 2000, karena permintaan akan buah lokal yang belum matang masih cukup tinggi oleh penjual rujak dan petis maka ia memesan dari petani lokal buah buahan khusus tersebut.
“Peminat buah setengah matang tetap ada terutama penjual petis dan rujak yang keliling dengan kendaraan bermotor,”ungkap Rosmala.
Bagi konsumen jenis ini ia mematok harga lebih miring karena akan dijual kembali dalam wujud yang lain. Seperti buah matang untuk bahan es buah buah mentah yang belum masak merupakan bahan baku yang dipergunakan pelaku ekonomi yang lain untuk berjualan.
“Kita sama sama tahu harga untuk modal sehingga kami sudah memiliki langganan terutama beberapa penjual keliling untuk dijual kembali,”ungkapnya.
Permintaaan akan buah lokal yang cukup bagus tersebut menurut beberapa pedagang di pasar inpres Kalianda masih diharapkan diimbangi dengan tempat berjualan yang lebih representatif. Saat ini para pedagang buah menempati lapak lapak yang terbuka dan dekat dengan jalan umum yang berdebu saat musim kemarau. Selain cepat busuk kondisi jalanan berdebu membuat barang dagangan milik pedagang buah tak lagi menarik.
“Kami berharap ada lokasi khusus untuk tempat berjualan buah terutama agar buah kami tetap dalam kondisi segar, minimal tempat berjualan buah lebih bagus dari yang saat ini,”ungkap Rosmala.
Pantauan Cendana News, beberapa pembeli yang sebagian besar ibu rumah tangga, membeli berbagai jenis buah dan yang paling diminati diantaranya kelengkeng, apel, jeruk, serta buah buah segar lain. Sementara pedagang buah menggunakan trik memotong buah yang terlihat segar dan berwarna cerah untuk menarik pembeli diantaranya penjual buah semangka.

SENIN, 19 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi 
Foto            : Henk Widi 
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...