Cegah Qori Diserobot Daerah Lain, NTB Perbesar Anggaran Pembinaan

MATARAM — Hal yang sering terjadi saat seleksi qori-qoriah yang mengikuti Seleksi maupun Musabbakah Tilawatil Qur’an (MTQ) diantaranya peserta tidak mewakili daerah asal, seperti yang terjadi di berbagai daerah, tidak terkecuali di Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut disebabkan oleh minimnya anggaran pembinaan dan perhatian menyebabkan qori qoriah Nusa Tenggara Barat berpindah ke daerah lain. 
“Masalah kesejateraan menjadi salah satu penyebab qori qoriah kita asal NTB banyak yang mau diambil daerah lain untuk dibina mewakilan daerah bersangkutan, karena dari sisi kesejahteraan mereka terjamin,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat di Mataram, Suhaimi Minggu (11/10/2015)
Dalam beberapa kali pelaksanaan STQ maupun MTQ tingkat Provinsi maupun nasional rombongan kita sering bertemu dengan beberapa peserta dari daerah lain dan mereka mengaku dari Lombok, berbicara memakai bahasa sasak Lombok.
Suhaimi menyebutkan, daerah yang pernah kita tahu mengambil qori asal NTB khususnya Lombok dan pernah menjadi juara mengalahkan NTB, antara lain Nusa Tenggara Timur, Bali dan beberapa daerah lain, ini kan sangat disayangkan memang, kita kalah oleh qori kita sendiri yang diambil daerah lain.
“Tapi memang kita tidak bisa berbuat banyak, tergantung dari qori bersangkutan, saya kira kalau memang mencintai NTB, tidak mungkin akan mau diambil dan mewakili daerah lain. NTB sendiri sebetulnya merupakan lumbung qori qoriah, hanya saja masalah kesejahteraan menjadi salah satu kendala itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut Suhaimi mengatakan, karena itulah semenjak tahun anggaran 2015 sekarang ini dan dalam rangka pelaksanaan MTQ nasional yang akan dilaksanakan di Kota Mataram, Pemda NTB mengalokasikan anggaran untuk pembinaan qori – qoriah yang akan dipersiapkan pada MTQ tingkat nasional bulan Agustus mendatang mencapai Rp.6 miliar, jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai satu miliar.

MINGGU, 11 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...