Debu Jalan Lintas Kecamatan Akibatkan Polusi Bagi Masyarakat

Debu akibat perbaikan jalan
LAMPUNG — Perbaikan jalan di jalan lintas Kecamatan ruas Desa Tetaaan menuju Simpang Lima Desa Ketapang Lampung Selatan hingga kini masih dilakukan. Beberapa ruas jalan berlubang sementara ditimbun dengan batu split dan tanah kapur, sementara beberapa bagian sudah dilubangi untuk perbaikan menggunakan aspal.
Menurut warga Desa Karangsari Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, selain mengakibatkan lahan pertanian kering, kemarau panjang juga membuat polusi udara khususnya di sepanjang jalan alternatif mulai dari Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan dampai Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang.
Kondisi tersebut diperparah dengan ruas jalan tersebut hingga sekarang perbaikannya belum diselesaikan. Sebelumnya pihak kontraktor hanya melakukan pengerukan untuk meratakan bagian jalan yang rusak dan ditimbun. Hasil kerukan itu menimbulkan debu beterbangan saat dilalui kendaraan.
“Beberapa bagian seperti talud di bahu jalan sudah dikerjakan tapi beberapa bagian masih belum dikerjakan seperti material untuk bahan penimbunan masih teronggok di pinggir jalan dan mengakibatkan debu saat kendaraan yang melintas,”ungkap Sarmin (34) warga Desa Karangsari saat ditemui Cendana News, Kamis (22/10/2015).
Jika tahun sebelumnya ada tuntutan masyarakat, pemerintah setempat pernah melakukan penyiraman di sepanjang jalan yang berdebu, namun kini sudah dihentikan. 
Menurut masyarakat kini tak ada upaya penyiraman jalan selama musim kemarau ini dari pihak perusahaan kontraktor itu. 
“Kalau lewat di sini tidak pakai masker bisa terkena penyakit radang tenggorokan dan bisa sakit pernapasan, debunya sangat banyak setiap hari selama musim kemarau ini,”ungkap Sarmin.
Tidak hanya menganggu kenyamanan, masyarakat yang tinggal disepanjang jalan itu juga terancam berbagai penyakit, seperti ISPA, Diare dan jenis penyakit lainnya. 
“Ya seperti inilah kondisinya. Musim panas ini debu-debu terbang kerumah-rumah warga. Apalagi kalau mobil besar melintas pasti debunya banyak,” ujar Sumini, warga Karangsari lainnya.
Ia dan warga sekitar berharap rekanan yang mengerjakan proyek tersebut bisa melakukan penyiraman debu supaya masyarakat aman. Pengguna jalan juga nyaman saat melintasi jalan alternatif tersebut. Bagi pengguna pengguna sepeda motor sangat tidak nyaman kalau ada mobil yang melintas karena debu yang beterbangan.
KAMIS, 22 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...