Defisit Rp 1 Triliun, Anggaran 2016 Balikpapan Dihitung Ulang

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh
BALIKPAPAN — Rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) Balikpapan tahun 2016 yang lagi disusun mengalami defisit hingga Rp 1 Triliun. Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh menjelaskan defisit ini terjadi karena program yang diusulkan DPRD dan SKPD pada Musrenbang tidak sesuai demgan kemampuan keuangan daerah. Dimana belanja langsung dan tidak langsung diusulkan sebesar Rp 4 triliun.
“Program yang diusulkan DPRD dengan program yang diusulkan dinas-dinas maupun badan Pemerintah Kota Balikpapan berdasarkan Musrembang ini masih melampaui angka Rp 1 triliun,” jelasnya, Kamis (22/10/2015).
Disebutkan, dengan adanya defisit akan dilakukan sinkronisasi dengan melihat skala priritas anggaran. 
“Maka dari itu akan disingkronkan agar sesuaikan dengan kemampuan keuangan,” katanya disela aktifitasnya.
Sesuai target APBD Balikpapan 2016 akan disahkan sebelum pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang. Karena jika tidak, pengesahan APBD akan molor hingga April 2016, karena menunggu Walikota Balikpapan definitif dilantik.
Sementara itu Wali kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan, saat ini kondisi pendapatan daerah berkurang dari tahun sebelumnya. Seperti berkurangnya pendapatan dari DBH Migas. Sehingga  program pembangunan yang diusulkan harus kembali dilakukan perhitungan dan melihat pada skala perioritas.
“Kita juga berhadapan situasi pendapatan tidak sebaik tahun kemarin. Seperti DPBH migas berkurang,” ungkapnya belum lama ini.
Dia menambahkan dengan berlakunya Permendagri 52 yang mengharuskan Pemda menngalokasikan minimal 10 persen pendapatan ke bidang kesehatan juga akan menjadi prioritas. Ditambah lagi dengan anggaran pendidikan minimal 20 persen.
JUMAT, 23 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...