Dewan Pers Awasi Propesional Media dalam Proses Pemilukada

Bagir Manan
BALIKPAPAN — Dewan pers tetap akan melakukan pengawasan kepada untuk keproporsional atau tidak dalam pemberitaan, jelang sejumlah daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan tidak bisa mencegah adanya hubungan pribadi atau kedekatan antara media dengan pasangan calon, yang akan ikut pemilihan kepala daerah. 
” Bagaimana kita bisa mencegah hubungan pribadi seorang calon dengan media di daerah, yang penting harus menjaga prinsip-pronsip etik jurnalistik,” terangnya, di Balikpapan (13/10/2015).
Menurut Bagir, media juga memiliki kewajiban membuat berita yang berimbang dengan calon lain karena kode etik jurnalistik menjadi panduan media.
Ia juga mengharapkan media juga berperan ikut mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada 9 Desember mendatang. 
” Media juga punya kewajiban meningkatkan partisipasi pemilih,” tutur Bagir ketika soal peran media dalam pilkada.
Selain itu, Bagir menyebutkan ada sekitar 500 laporan yang diterima setiap tahunnya terkait dengan pemberitaan diantaranya terkait pencemaran nama baik, pemberitaan tidak berimbang dan lainnya.
Dari laporan tersebut sekitar 80 persen dapat diselesaikan atau di mediasi oleh Dewan Pers. Sedangkan selebihnya harus berakhir atau diselesaikan melalui proses pengadilan.
Ia menambahkan, Saat ini jumlah media menurun dratis dibanding awal reformasi yang lebih dari 2000-an dan kini jumlahnya di bawah 1000-an. 
“Sekarang justru berkembang media sosial yang jumlahnya tidak bisa diprediksi. Ini yang juga patut kita cermati kita harus hati-hati jangan sampai  pendapat yang disampaikan keluar dari aturan dan hokum karena ada yang mengaturnya,” tutupnya. 
RABU, 14 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...