DPR Minta KPAI Dampingi Anak yang Jadi Saksi Pembunuhan Aktivis

JAKARTA — Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah meminta kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar mendampingi anak-anak yang menjadi saksi dalam kasus pembunuhan aktivis lingkungan hidup, Salim Kancil di Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur.

Dirinya Mengatakan sesegera mungkin Pihak KPAI harus turun tangan untuk melakukan pendampingan kepada anak-anak di Awar-Awar, Lumajang.
“Jangan sampai insiden pembunuhan Salim Kancil ini menyisakan memori buruk di kehidupan mereka mendatang,” ujar Anang di Gedung Nusantara I, Jakarta, Kamis (01/10/2015).
Disebutkan, kejadian tersebut sangat berpengaruh bagi perkembangan generasi mereka mendatang.
Saat peristiwa pembunuhan itu terjadi, politisi yang daerah pemilihan (DAPIL) Jember dan Lumajang ini mengatakan bahwa  dirinya menerima informasi pembunuhan berencana terhadap Salim Kancil dilakukan siang hari di depan Kantor Balai Desa Awar-Awar dan disaksikan anak-anak jenjang PAUD (pendidikan anak usia dini) dan anak Salim Kancil sendiri baru berusia 13 tahun.
Pembunuhan ini, sambung Anang, menyisakan duka mendalam bagi anak-anak yang melihat peristiwa tersebut.
“Yang harus KPAI dilakukan adalah melakukan pendampingan psikologis kepada anak-anak dan juga warga yang mengalami trauma atas kejadian itu,” katanya.
Selain melakukan pendampingan psikologis terhadap anak anak, Anang juga mendesak pihak kepolisian agar segera mengusut sampai tuntas kasus pembunuhan  baik pelaku lapangan maupun aktor otak intelektual.
“Di NKRI ini, Tidak boleh pandang bulu, Hukum harus ditegakkan setegak tegaknya, Pembunuhan Salim Kancil ini harus cukup sampai disini, tidak boleh lagi ada kejadian serupa ke depannya,” tutupnya

KAMIS, 01 Oktober 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo

Lihat juga...