Dr. Ratih Pangestuti, M.Sc : Seharusnya Indonesia Sudah Jadi Negara Maju Bidang IPTEK Sejak Orde Baru

Dr. Ratih Pangestuti, M.Sc

MEGAPOLITAN—Penghargaan LIPI Young Scientist Award (LYSA) jatuh ke tangan ilmuwan muda berusia 31 tahun bernama Dr. Ratih Pangestuti, M.Sc. yang diserahkan langsung oleh Menko PMK Puan Maharani. 

Dara manis lulusan Universitas Diponegoro Semarang Indonesia fakultas kelautan tahun 2006 ini menyelesaikan Magister Biology di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Indonesia tahun 2008. Merasa masih ada beberapa perspektif ilmu yang harus dikuasai maka ia kembali melanjutkan pendidikan S-II Biomedical and Life Sciences Faculty di University of Glasgow, Scotland UK yang ia selesaikan pada tahun 2009. Penghujung perjalanan pendidikannya, ia berhasil menyelesaikan S-III Marine Biochemistry di Pukyong National University, Busan, Korea Selatan di tahun 2012.
Ilmuwan muda yang banyak mendapatkan pujian dari Menko PMK dalam sambutan di acara pembukaan KIPNAS dan ISE 2015 di Gedung LIPI Jalan Gatot Subroto, Jakarta ini tetap menunjukkan sikap bersahaja dalam menyikapi penghargaan serta berbagai pujian yang diarahkan kepadanya. 
Penelitian yang ditekuni Ratih dan berhasil membawanya meraih predikat LYSA adalah terkait pemanfaatan biota laut yang kedepannya dapat dipergunakan dunia industri pengobatan dan kecantikan.
“untuk sementara dua bidang itu yang masih kami dalami, namun kami yakin biota-biota laut dapat berguna untuk banyak hal kedepannya. Kita tunggu saja hasil penelitian kami selanjutnya,” Papar Ratih di sela-sela acara pembukaan KIPNAS dan ISE 2015 pada Kamis (8/10/2015).
Perihal perkembangan IPTEK di Indonesia, Ratih menyampaikan bahwa Indonesia sudah bisa menjadi negara maju dibidang IPTEK sejak era pemerintahan Orde Baru saat pengembangan pesawat terbang oleh IPTN yang dipimpin oleh Menristek Prof. Dr. BJ. Habibie.

” sebenarnya Indonesia sudah bisa menjadi negara maju di bidang IPTEK sejak era pemerintahan orde baru saat pengembangan Pesawat terbang oleh IPTN yang dipimpin oleh Menristek kala itu Prof.Dr.BJ.Habibie. Namun proyek tersebut terbengkalai hingga saat ini, dan saya terus terang sangat menyesali keadaan itu. Mungkin saja berbagai kecelakaan pesawat yang kita alami selama ini bisa teratasi dengan membuat pesawat terbang sendiri yang sesuai dengan keadaan alam indonesia,” Papar Ratih.
Harapan Ratih kedepannya bagi seluruh ilmuwan muda serta masyarakat Indonesia adalah peningkatan penggalian sumber daya kelautan. Karena sebagai negara maritim, Indonesia pasti menyimpan berbagai kekayaan laut yang belum tereksploitasi dengan baik secara menyeluruh.

“ada berbagai manfaat yang dapat dikembangkan dari kekayaan laut yang kita miliki. Sekaranglah saatnya bagi kita untuk menggali lebih dalam,” Pungkas gadis dua bersaudara ini.

JUM’AT, 9 OKTOBER 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell Kuagouw
Editor : Sari Puspita Ayu

Lihat juga...