Fenomena Alam Sebabkan Air Danau Tarusan Agam Menyusut Drastis

AGAM — Danau Tarusan yang luasnya hampir 1 KM persegi yang berada di Kenagarian Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyusut drastis. Kejadian yang berlaku sejak satu bulan terakhir membuat danau berubah menjadi hamparan rumput.
Salah satu warga sekitar, Mak Yan mengatakan, belum dapat dijelaskan penyebab danau tersebut mengering.
Dia mengatakan, biasanya ada tanda penyusutan air, namun tahun ini, semenjak kabut asap mulai menyelimuti Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, danau tersebut mengering dengan sendirinya. Tanpa ada pertanda dengan mengecilnya aliran air ke sawah-sawah para warga.
“ Dalam setahun, bisa saja danau ini mengering selama tiga kali meski dalam cuaca hujan sekalipun. Namun biasanya ada tanda-tanda khsususnya, misalnya sudah jarang bangau turun ke sana selama tiga hari berturut-turut, atau banyaknya katak dipinggiran danau. Nah untuk kali ini, tidak ada tanda apapun” ujar Mak Yan, Minggu (18/10/2015) siang.
Saat ini, ujar Mak Yan, danau ini sudah kering selama tiga minggu terakhir. Danau ini tak menyusut seketika, hanya ditandai mengeringnya air secara perlahan dan membentuk padang rumput luas yang juga dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai tempat menggembalakan ternaknya.
Danau ini tergolong ajaib. Saat airnya penuh, tanpa diketahui dari mana asalnya, tiba-tiba sudah ada ikan dengan jumlah banyak. Masyarakat yang berprofesi sebagai petani atau peternak saat Tarusan menjadi danau, langsung berubah menjadi nelayan pencari ikan.
“Ada ahli yang mengatakan, jika keganjilan seperti ini disebabkan adanya aliran air di bawah danau yang sewaktu-waktu menyebabkan air penuh dan menyusut. Bagi kami, jika airnya mau keluar, akan ditandai dentuman keras dari sisi timur bukit yang menjadi pertanda Tarusan akan berubah jadi danau lagi,” lanjut Mak Yan.
Rina, Salah seorang wisatawan mengaku takjub akan femomena aneh ini. Heri yang juga merupakan warga Kecamatan tetangga merasa heran dengan mengeringnya danau tarusan dengan cepat.
”Rasanya baru sebulan yang lewat saya ke sini, airnya masih penuh. Sekarang, surut sehingga kita bisa berfoto ria ke tengah danau,” katanya heran.
Meski lokasinya agak terpencil, namun cukup banyak juga wisatawan yang memanfaatkan tempat ini untuk bersantai.
SENIN, 19 Oktober 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...