Festival Gudeg Jogja, Upaya Capai Target Kunjungan Wisatawan

Festival Gudeg
YOGYAKARTA — Mencapai target kunjungan wisatawan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus memberikan iven-iven menarik yang mengangkat tradisi lokal. Salah satunya yang saat ini berlangsung, Festival Tamansari 2015. 
Jika sebelumnya acara serupa hanya digelar oleh warga, namun saat ini, pemerintah kota langsung mengadakan dengan menambah satu kegiatan lagi, yakni Festival Gudeg.
Festival dimeriahkan dengan bazzar gudeg sebagai makanan khas kota budaya tersebut, yang dalam acara itu dibagikan gratis kepada pengunjung. Sebanyak 200 bungkus gudeg ludes diserbu warga.
Tak hanya festival gudeg, Disparta Kota Yogyakarta juga memeriahkan acara tersebut dengan  parade musik lokal, yang kemudian pada malam harinya ditutup dengan pergelaran wayang kulit.
Aris Riyanta
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Aris Riyanta menjelaskan, festival tersebut merupakan bentuk mempromosikan objek wisata bersama unsur yang terlibat didalamnya, seperti Paguyuban Gudeg DIY.
“Selain itu, tentu juga sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan”, ungkapnya.
Menurutnya, selama dalam satu tahun kemarin, tercatat ada 3,1 juta wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Jumlah tersebut ditargetkan bisa meningkat tahun ini menjadi sebanyak 3,4 Juta wisatawan. 
Disebutkan, selain festival Tamansari, pihaknya juga telah menyelenggarakan Festival Kuliner Concat, Burung Berkicau, Piala Muda, Gerobak Sapi dan banyak lagi. Semua itu, menurutnya, merupakan upaya memperkenalkan berbagai daerah di Kota Yogyakarta yang memang memiliki potensi kepariwisataan yang layak untuk dikembangkan.
Aris mengatakan, Festival Taman Sari 2015 yang dimeriahkan dengan Festival Gudeg Jogja ini baru sekali diadakan. Diharapkan acara tersebut bisa mengangkat citra Taman Sari sebagai obyek wisata menarik dan memberi manfaat bagi warga setempat.
Sementara itu, Moersa Sudarsono, Ketua Paguyuban Gudeg DIY mengatakan, ada sebanyak 22 penjual gudeg yang turut dalam festival gudeg yang baru pertama kali ini diadakan. Sedangkan jumlah anggota paguyuban sendiri ada 45 penjual gudeg dari berbagai wilayah di Yogyakarta. 
Moersa menjelaskan, dalam festival gudeg gratis tersebut, pihaknya menyiapkan bahan-bahannya seperti kenangka atau gori dan nasi sebanyak 10 Kilogram, 3 ekor ayam, 200 butir telur ayam, dan 5 kilogram krecek. Bahan sebanyak itu. katanya, dimasak bersamaan saat festival dimulai dan dikemas menjadi 200 porsi. Tentu dengan festival ini, ujar Moersa, masyarakat bisa lebih mencintai gudeg sebagai makanan khas Yogyakarta. 
“Bagi yang tidak kebagian gudeg gratis, bisa membeli dengan harga khusus yang sangat murah selama festival berlangsung. Setiap stand akan menyiapkan 100 porsi gudeg yang akan dijual seharga tiga ribu rupiah sudah termasuk minumnya”, pungkas Moersa. 
SABTU, 17 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...