Ganti Rugi Dinilai Tak Sesuai, Warga Enggan Tinggalkan Rumah

Tumpukan material bangunan yang di bongkar
LAMPUNG — Hingga saat ini di sepanjang 1 kilometer masih terdapat 20 kepala keluarga (KK) yang bertahan menempati rumah milik mereka. Meskipun sekitar 112 Kepala Keluarga lainnya sudah memperoleh uang ganti rugi lahan pada bulan September lalu, namun pantauan Cendana News beberapa warga masih bersikeras bertahan di rumah milik mereka.
Salah satu dari puluhan KK yang masih bertahan tersebut diantaranya keluarga Yunus Raden panji (65) dan beberapa anggota keluarganya mengaku, masih belum menyepakati besaran ganti rugi lahan tol yang dinilai sangat rendah. Bahkan keluarga tersebut mengaku akan menunggu tim penilai harga (apraisal) dari pemerintah pusat.
“Kami tetap akan bertahan karena besaran ganti rugi lahan tol benar benar tidak sesuai dan kami tak akan pindah, bukan kami menolak namun kami tetap akan bertahan jika uang ganti rugi tol tidak berubah,”ungkapnya.
Beberapa warga yang masih bertahan bahkan masih menjalankan aktifitas meskipun mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Pasokan air bersih akibat mata air yang selama ini digunakan tertutup oleh gusuran tanah lahan tol. Warga terpaksa membeli air bersih dari mobil tangki keliling yang menjual air bersih setiap hari dengan harga satu dirigen Rp.3ribu sementara untuk ukuran 1000 liter bisa mencapai Rp.75ribu.
“Kami sudah benara benar terhimpit, berdebu, tak ada air bersih namun sepertinya tak ada yang peduli terutama pihak pihak yang seharusnya membela nasib kami,”ungkap Raden Panji.
Warga juga sebagian ada yang terpaksa membeli air dari warga lain yang masih memiliki sumur dengan membeli air bersih seharga Rp.60ribu per bulan. Sementara warga lain mengaku mengambil air bersih dari mushola yang ada di Kenyayan yang memiliki sumur bor.
Warga masih tempati rumah karena ganti rugi dinilai tak sesuai
SELASA, 20 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...