Gerakan Indonesia Bebas Sampah Terus Digalakkan dengan 3R

Tuti Hendrawati
SURABAYA — Sampah tetap menjadi masalah utama di masyarakat. Terutama sampah rumah tangga yang makin bertambah tiap tahunnya. Menurut data, sebanyak 200 ribu Ton sampah per hari diciptakan oleh masyarakat.
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Tuti Hendrawati mengungkapkan adanya bank sampah bukan solusi utama. Harus ada solusi lainnya yang ditawarkan ke masyarakat, salah satunya 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang didukung dengan bank sampah.
“Misalnya bank sampah yang ada program 3R. Percuma masyarakat memilah sampahnya di rumah, tapi tidak bisa dimanfaatkan maksimal oleh bank sampah,”terangnya.
Adanya berbagai apresiasi dari pemerintah, juga mampu mendorong masyarakat untuk berkontribusi dalam hal kebersihan. Salah satunya dengan adanya Adipura, ada sekitar 500 kabupaten/kota di Indonesia dan yang sudah ‘kenal’ Adipura masih 380 kabupaten/kota, kurang 120 kabupaten/kota. 
Selain adanya Adipura, sumber sampah yang paling penting harus dikurangi. Sumber sampah ada dua, dari industri dan masyarakat. Kalau dari industri bisa diatur dari awal masalah sampah. Sedangkan sampah dari masyarakat yang sulit tertangani.
“Sumber sampah yang paling banyak dari masyarakat, caranya harus dikurangi melalui 3R tadi,”jelasnya. 
Sampah yang sudah diolah dan dimanfaatkan dari masyarakat baru 7-14 % dari total keseluruhan sampah yang sudah diproduksi. Target awal pembuatan program tahun 2015 ini bisa mencapai 20% pada tahun 2019.
Tersedianya dana pengelolaan sampah 2015-2019 sebanyak Rp. 133,5 miliar diharapkan mampu terserap dengan baik. “Tentunya kami mendorong pemerintah kabupaten kota untuk menyediakan dan memfasilitasi Tempat Pembuangan Sampah dengan 3R,”tandasnya.
MINGGU, 04 Oktober 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...