Gerakan Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sulut Tolak Revisi UU KPK

Demo tolak Revisi UU KPK
MANADO — Ratusan aktifis dan warga dari berbagai element yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sulawesi Utara (Sulut) Tolak Revisi UU KPK, Selasa (13/10/2015) siang melakukan aksi damai di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut.
Pantauan Cendana News, saat mengikuti aksi, para aktifis yang terdiri dari Yayasan Suara Nurani Minahasa (YSNM), Aliansi Masyarakat Menolak Tambang (Amalta), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Manado, Masyarakat Adat Minahasa (MAM), Pemuda Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Pemkri) Manado, Sylva Unsrat, dan Yayasan Peka menuntut pihak DPDR Sulut untuk memberikan rekomendasi menolak revisi Undang –undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang saat ini dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di senayan.
Sebelum tiba di kantor DPRD Sulut, massa berkumpul di depan patung wolter mongisidi yang berjarak lima kilo meter dari kantor DPRD Sulut. Setelah semua element berkumpul mereka kemudian melakukan aksi long march, berjalan kaki ke gedung DPRD Sulut.
Setelah tiba didepan kantor DPRD, Gerakan Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sulut, belum bisa memasuki kantor kantor DPRD Sulut, karena masih terdapat warga dari kampung Bobo yang melakukan aksi damai menolak penggusuran. Ratuan aktifis dari berbagai element kemudian berorasi sambil menunggu bisa masuk ke halaman kantor Dewan. Setelah menunggu dua jam, mereka melakukan orasi untuk menyuarakan penolakan Revisi RUU KPK, mereka kemudian masuk dan melanjutkan aksi teras ruang tunggu DPRD. 
Dalam orasinya, koordinator lapangan (Korlap) Gerakan Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sulut, Vany Mokodompit mendesak dan mengeluarkan tuntutan kepada pihak DPR yang isinya, jangan membunuh KPK, jangan batasi ruang gerak KPK, hentikan upaya pelemahan KPK, KPK harus tetap ada di bumi Indonesia, tolak koalisi koruptor dan DPR, lawan koruptor, lawan mafia undang-undang, copot dan tangkap legislator pro koruptor, dan hukum mati para koruptor.
Selain itu, mokodompit juga menyatakan Presiden Jokowi harus berani mengambil sikap dan menyelamatkan KPK karena sampai saat ini KPK tetap diperlukan. 
“Kita mendesak Presiden dan DPRD Sulut agar segera menolak Revisi UU KPK yang saat ini dibahas oleh para anggota DPR di Senayan,” tegas Mokodompit didepan massa dan polisi di Kantor DPRD Sulut pada Selasa (13/10/2015).
Setelah hampir lima jam berorasi dan menyampaikan aspirasi, ratusan aktifis mahasiswa dari berbagai element kemudian diterima oleh satu anggota DPRD Sulut dari Fraksi PDI Perjuangan yaitu James Tuuk. 
Didepan massa pendemo James Tuuk kemudian menyatakan secara pribadi dirinya menolak Revisi RUU KPK No. 32 tahun 2002 dan tetap mempertahankan KPK di Republik ini, agar para Koruptor bisa dihukum seberat-beratnya. Tuuk juga mengatakan, anggota DPR di senayan yang menerima Revisi UU KPK bukan atas nama partai tapi atas keinginan orang perorangan, sehingga ia meminta masyarakat tetap tenang dan terus berjuang agar menolak Revisi UU KPK dilakukan. 
“Saya meminta maaf baru datang dari Kabupaten Bolangg Mongondow untuk tugas yang sama, dan bukan pengecut untuk tidak mau menerima pendemo, namun saat baru tiba saat langsung menerima warga dan para aktifis mahasiswa ini, dan saya tetap bersikeras menolak Revisi UU KPK”, katanya.
Setelah aspirasi ratusan aktifis dari Gerakan Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sulut mendengar penjelasan legislator Dewan, mereka kemudian meminta anggota Dewan itu melakukan tanda tangan sebagai bentuk apresiasi penolak Revisi UU KPK. 
Ketua Amalta Sulut, Jull Takaliuang menegaskan kami bisa lega setelah hampir lima jam bertahan di kantor dewan akhirnya ada salah satu Legislator yang mau menerima kami. Kami berjanji akan melakukan aksi yang sama lagi dalam waktu dekat, jika para legislator Sulut ini tidak mendengarkan aspirasi warga dan para aktifis. 
“Kami akan datang lagi dalam jumlah yang besar, karena kami melihat para Legislator Sulut hanya sibuk dengan urusan partai masing-masing, dan kurang peduli dengan rakyat, saya harap mereka tidak akan terpilih lagi nanti” tegas Jull.

SELASA, 13 Oktober 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...