Gubernur Dukung Langkah Kemenristek Dikti Bersihkan Kampus Abal-abal

Gubernur NTB, Zainul Majdi
MATARAM — Adanya temuan dan pencabutan izin operasi lima Perguruan Tinggi Swasta di Nusa Tenggara Barat oleh  Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi mendapat dukungan dari Gubernur NTB, Zainul Majdi dan meminta Kemenristek Dikti terus melakukan penyisiran dan pembersihan terhadap PTS yang beroprasi dan tidak memiliki izin resmi.
“Langkah Dikti tersebut bagus dan saya dukung supaya jadi pelajaran bagi pengelolan PTS abal – abal, yang tidak memiliki izin resmi memang tidak boleh ada dan harus dibersihkan di NTB,” kata Majdi di Mataram, Selasa (6/10/2015).
Majdi mengatakan, keberadaan PTS abal – abal, selain secara Undang – Undang yang diatur berdasarkan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi merupakan pelanggaran, juga merugikan masyarakat, khususnya mahasiswa yang kuliah di PTS bersangkutan.
Selain itu, ia juga mengingatkan supaya temuan dan tindakan yang dilakukan Dikti tersebut juga bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya yang hendak masuk kuliah, lihat dulu legalitas PTS tempat mendaftar, apakah telah diakui atau tidak, supaya biaya dan tenaga dikeluarkan tidak sia – sia.
“Jangan sampai niat sudah baik hendak kuliah dan menuntut ilmu, tapi tahunya PTS tempat kuliah malah abal – abal dan kalau kasusnya seperti sekarang kan sia-sia jadinya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Majdi mengatakan, terkait masalah keperdataan dan nasib mahasiswa di lima PTS NTB yang dinyatakan ilegal NTB silahkan diselesaikan dengan pengelola bersangkutan.
Sebelumnya, Kemenristek Dikti menonaktifkan 243 kampus karena bermasalah. Kampus yang dinonaktifkan itu akan dicabut izinnya bila tidak memenuhi syarat minimum dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).
Dari 243 perguruan tinggi tersebut, lima di antaranya terdapat di NTB, yaitu STIA Abdul Kadir Bima NTB, Akademi Managemen Surya Mataram, Akademi Teknik Bima, STIKES Yahya Bima dan Sekolah Tinggi Teknik Bima.
SELASA, 06 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...