Gubernur Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Pembalakan Hutan

Huta Rinjani di Desa Bebidas yang dirambah warga untuk dijadikan ladang
MATARAM — Kondisi kawasan hutan akibat pembalakan liar sampai saat sudah semakin parah dan tidak hanya terjadi di satu titik, tapi juga terjadi di kawasan hutan yang selama ini terlarang untuk dirambah, baik untuk diambil kayunya maupun dijadikan ladang bercocok tanam dan permukiman warga, seperti yang terjadi kawasan hutan Sekaroh Kabupaten Lombok Timur bagian selatan.
Maraknya aksi pembalakan liar oleh warga tersebut membuat membuat Gubernur NTB geram dan meminta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku pembalakan liar dan memberikan hukuman setimpal termasuk juga menangkap otak intelektual aksi pembalakan liar di kawasan hutan.
“Meminta kepada aparat hukum untuk menindak tegas para pelakuk pembalakan hutan, karena kondisi hutan akibat pembalakan tersebut sudah sangat, khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani termasuk kawasan hutan negara Sekaroh,” kata Majdi di Mataram, Sabtu (25/10/2015).
Gubernur juga meminta supaya jangan sampai aksi penegakan hukum yang dilakukan pemerintah dan aparat hukum menyelamatkan kawasan hutan negara yang memang dilarang dilakukan pembalakan liar oleh warga, jangan hal tersebut kemudian dinilai seolah – olah negara melawan rakyat, tapi kita justru menyelamatkan kepentingan rakyat.
Majdi mencontohkan, aksi pembalakan liar di kawasan hutan Rinjani maupun sekaroh, itu bukan konflik lahan antara masyarakat dengan pemerintah, tapi itu jelas – jelas aksi penyerobotan hutan negara yang dilakukan warga dengan mengatasnamakan hutan adat.
“Dalam upaya penegakkan hukum, langka persuasip tentu merupakan langkah yang paling utama dilakukan dalam persoalan tersebut, mencari solusi, kan juga banyak jenisnya, ada hutan lindung, hutan produksi, produksi terbatas termasuk HKM dan itu kan selama tetap bisa diolah warga, tapi kalau memang dilarang, jangan berkeras hati, yg rugi siapa, masyarakat juga,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Kehutanan (Dishut) NTB, luasan kerusakan hutan akibat pembalakan liar di seluruh wilayah NTB sampai saat ini sendiri telah mencapai 200.309 hektar dengan lokasi kerusakan paling parah banyak terjadi di Pulau Sumbawa.
SABTU, 24 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...