Gubernur NTB Tetapkan RTH Keluran Pagutan Sebagai Pusat Penelitian

Peserta festival holtikultura dari berbagai daerah saat berkeliling di areal tanaman pertanian berupa sayuran ruang terbuka hijau Kelurahan Pagutan Kota Mataram
MATARAM — Kawasan ruang tebuka hijau Kelurahan Pagutan Kota Mataram seluas 8,2 hektar tempat pelaksanaan festival holtikultura nasional, selain ditetapkan sebagai kawasan pengembangan dan pembudidayaan tanaman holtikultura, oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi juga ditetapkan sebagai pusat penelitian dan pembelajaran bagi mahasiswa maupun pelajar di NTB.
“Lahan RTH tersebut bisa dipakai dan dimanfaatkan adik – adik pelajar maupun mahasiswa khususnya mahasiswa pertanian dari perguruan tinggi yang ada di NTB, dan ini merupakan bagian dari keberlanjutan dan komitmen kita untuk terus meningkatkan hasil pertanian holtikultura,” kata Majdi di Mataram, Senin (12/10/2015).
Dijadikannya RTH Pagutan sebagai pusat penelitian dan pengembangan tanaman holtikultura, kata Majdi tidak terlepas dari keberadaan NTB terutama Pulau Lombok sebagai daerah agraris, yang memang hampir sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari pertanian.
Disamping itu, selain beras dan daging, NTB juga termasuk daerah yang ikut membantu mensuplai
Kebutuhan tanaman holtikulturan berupa bawang merah Kabupaten Bima termasuk juga tanaman sayuran dan buah – buahan berupa semangka, melon dan duren.
“Pengembangan tanaman holtikultura yang akan dikembangkan di NTB sendiri akan terfokus pada tanaman sayuran, buah – buhan dan bunga,”sebutnya.
Ditambahkan, harapannya melalui pengembangan budidaya tanaman holtikultura tersebut selain sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian, juga akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sektor pertanian.

SENIN, 12 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...