Gubernur Sultra Menghidupkan Kembali Wisata Bahari Pulau Bokori

Gubernur Sultra ketika meresmikan-membuka Festival Bokori
KENDARI (JUMAT,30/10/2015)—Pulau Bokori yang telah bertahun-tahun lamanya dilupakan wisatawan domestik mendadak menjadi ramai dibicarakan di Kota Kendari, setelah Gubernur Sultra Nur Alam, membuka secara resmi Festival  Bokori yang akan berlangsung mulai 29 Oktpber hingga 1 November 2015.
Festival Bokori dimeriahkan dengan kejuaraan bola voly pantai tingkat nasional yang diikuti 75 tim. Tak hanya atlit bola voly pantai yang diberi kesempatan meramaikan, tetapi para “mancing mania” pun bisa memperlihatkan kemampuannya di festival yang menelan dana 1 miliar ini. 
Sedangkan untuk para jurnalis dan fotografer, pelaksana festival mengadakan kompetisi pembuatan karya tulis dan foto lanscape tingkat Sulawesi Tenggara. 
Festival yang didanai oleh Kementerian  Pariwisata kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sultra ini, menurut Nur Alam, Gubernur Sultra, merupakan salah satu cara memperkenalkan potensi wisata bahari di Sultra dimana selama ini yang dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara hanyalah Wakatobi.
Pulau Bokori
“Di Sultra banyak sekali obyek wisata bahari yang sudah dikenal wisatawan domestic dan mancanegara. Seperti obyek wisata surga bawah laut Wakatobi. Maka sekarang, ada satu lagi obyek wisata surge darat di Pulau Bokori,” kata Nur Alam saat membuka Festival Bokori Kamis (30/10/2015).
Untuk mendukung iven tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra, telah membangun beberapa  cottage dan fasilitas lainnya. Pembangunan tersebut sudah berlangsung sejak awal tahun 2015 hingga menjelang digelarnya Festival Bokori. Tidak hanya pemerintah yang terlibat langsung dalam iven ini, tapi juga masyarakat yang berdomisili di sekitar Pulau Bokori, ikut menyambut baik kegiatan tersebut.
Mereka ada yang menyediakan perahu penyeberangan dari Desa Mekar menuju Pulau Bokori. yang jarak tempuhnya hanya sekitar antara 10 – 15 menit. Masyarakat juga menyiapkan air tawar kepada pengunjung di Pulau Bokori. 
“Kita sangat senang, Pulau Bokori kembali dibuka sebagai obyek wisata. Masyarakat bisa bekerja dengan menyediakan kebutuhan pengunjung,” kata La Baco, warga Desa Mekar.
Sekilas sejarah tentang Pulau Bokori, pulau yang terletak di pintu masuk Teluk Kendari ini pernah dihuni masyarakat suku Bajo pada tahun 1980-an. Namun 238 kepala keluarga yang menghuni  di pulau itu, dipindahkan oleh La Ode Kaimoeddin (alm), mantan gubernur Sultra. Pemindahan warga itu dilakukan pada tahun 1995 sampai 1997.
Mereka dipindahkan ke Desa Mekar, Kabupaten Konawe, karena kondisi Pulau Bokori saat itu makin kecil akibat abrasi pantai. Sebelumnya luas Pulau Bokori sekitar 6 hektar, namun perlahan-lahan pulau tersebut mengecil, karena dikikis ombak hingga membahayakan warga yang mendiami pulau terpencil itu.
Pasca pemindahan penduduk Pulau Bokori, La Ode Kaimoeddin, sempat membangun cottage dan dermaga. Namun tidak adanya pemeliharaan oleh Pemda Sultra saat itu, fasilitas tersebut rusak dan hancur. Setelah lebih 10 tahun Pulau Bokori tak tersentuh, gubernur Nur Alam, kembali melirik Pulau Bokori untuk dikembangkan menjadi obyek wisata bahari. (Editor : Sari Puspita Ayu)

JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 
Akun twitter : 
Lihat juga...