Harga Gabah Petani Murah, Dewan Minta Kepala Bulog NTB Dicopot

Burhanuddin
MATARAM — Masih rendahnya harga jual gabah petani oleh Badan Urusan Logistik Nusa Tenggara Barat, membuat kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah NTB mengaku geram dan meminta kepada pemerintah pusat supaya Kadivre Bulog NTB dicopot dari jabatannya.
“Dalam hal harga beli gabah petani, Bulog kalah dari para tengkulak yang selama berkeliaran ke desa – desa, makanya petani banyak yang lebih memilih menjual gabahnya ke para tengkulak daripada ke Bulog,” kata anggota Komisi II DPRD NTB, Burhanudin di Mataram, Senin (05/10/2015)
Dikatakan, akibat dari ketidak mampuan mengakomodir harga gabah petani tersebut, gabah hasil pertanian asal NTB ahirnya banyak yang dibawa ke luar daerah untuk dijual. Padahal NTB sendiri saat ini oleh pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian ditargetkan bisa swasembada beras hingga 100 ribu ton.
Burhanudin mengatakan, kalau kemudian gabah petani asal NTB banyak yang dibawa keluar, bagaimana target tersebut bisa dicapai. Dari sisi kuota, Kata Burhanudin, Bulog NTB juga hanya mampu membeli gabah petani hanya sampai 200 ribu ton, sementara produksi gabah NTB setiap tahunnya mencapai 2 juta ton lebih
Disebutkan, sangat kontras sekali, dari hasil produksi gabah petani NTB setiap tahun mencapai 2 juta ton lebih tersebut yang hanya mampu dibeli 200 ribu ton.
“Pantas saja banyak gabah petani yang dijual ke luar NTB, karena ketidak becusan dan ketidakmampuan Bulog mengakomodir gabah petani, baik dari segi harga maupun kuantitas, bagaimana mungkin kita bisa capai target 100 ribu ton beras setiap tahun” katanya.
SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...